Ali Masykur Musa Membongkar Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto
Ali Masykur Musa. (Foto: EdShareOn.com)
JAKARTA – Dalam perbincangan bersama Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ali Masykur Musa, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2009-2014, membahas secara mendalam tentang proyek Pak Prabowo dan Gibran Rakabuming terkait program makan siang gratis untuk anak-anak sekolah di Indonesia. Tidak hanya itu, Ali Masykur Musa juga mengungkapkan pengorbanannya dalam dunia politik.
Mengenai program makan siang gratis, Ali Masykur Musa menyoroti distribusi anggaran sebesar 400 triliun rupiah yang akan dialokasikan untuk program tersebut. “Pemain utama dari pengadaan makan gratis itu adalah pengusaha-pengusaha lokal. Ini dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dari bawah,” ungkapnya. Dengan cara ini, program tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan ekonomi bagi masyarakat desa dan mengurangi disparitas ekonomi antar wilayah.
Menanggapi sumber pendanaan program ini, Ali Masykur Musa menyatakan bahwa meskipun kontribusi dari CSR perusahaan dapat dimungkinkan, program ini seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan dianggarkan melalui APBN. “Sumber daya manusia adalah investasi untuk melihat Indonesia ke depan. Jadi, program ini harus menjadi bagian dari investasi negara dalam membangun karakter dan prestasi generasi muda,” paparnya.
Dengan keyakinan yang kuat, Ali Masykur Musa menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Siapkan anak-anak mudanya yang berkualitas, berkarakter baik, dan berprestasi tinggi. Ini adalah kunci untuk memastikan bahwa Indonesia maju berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan karakter bangsa yang kuat,” tambahnya.
Ali Masykur Musa juga menjawab pertanyaan seputar pengorbanannya dalam dunia politik, terutama terkait dengan keputusannya untuk mundur dari jabatan komisaris utama PT Pelni. “Hidup itu memilih, hidup itu pengorbanan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran adalah wujud dari dedikasi dan loyalitasnya terhadap negara. “Kontribusi, dedikasi, dan loyalitas saya kepada negara itu mengalahkan dari kepentingan saya pribadi,” tegasnya.
Ali Masykur Musa menegaskan bahwa pengorbanan tersebut bukanlah untuk kepentingan pribadinya, melainkan sebagai bagian dari perjuangan politik. “Saya akan menunjukkan bahwa pengorbanan itu tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Jadi saya begitu mundur dari komisaris utama BUMN, berarti saya terhindar dari abuse of power,” katanya dengan tegas.
Tags :
Recent Posts
-
Dr. Sheha A. Habib: Bisa Viral, Aparat Sulit “Bermain” dengan Mekanisme Restorative Justice
-
Dwikorita Karnawati: Dampak Fenomena El Nino Tidak Main-main
-
El Nino Godzilla Datang di Tengah Geopolitik Tak Menentu, Sudah Siapkah Indonesia?
-
Eddy Martono: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Pasar Sawit Karena Kebijakan Ekspor Satu Pintu
-
Ekspor Komoditas Sawit Satu Pintu, GAPKI: Pengusaha Minta Dilibatkan dalam Aturan Turunannya
-
Ronggo Wirasanu: Saat Penyekapan, Tindakan Tentara Israel Sangat Brutal
-
Tentara Israel Culik Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Ronggo Wirasanu: Kami Disiksa
-
Ichsanuddin Noorsy: Perekonomian RI Sedang Transisi ke “Lampu Merah”