EdShareOn

Ibrahim Assuaibi: Tahun 2026, Harga Emas Bisa Melejit Jadi Rp3,5 Juta Per Gram

January 8, 2026
Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

JakartaAnalis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut tahun ini. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka ini memprediksi emas bisa menyentuh harga US$5.500 per troy ounce atau Rp3,5-3,8 juta per gram pada 2026, dengan asumsi nilai tukar rupiah ke dollar Amerika mencapai Rp17.500-17.800.

“Kalau kita bicara emas dunia, satuan beratnya kan troy ounce. Anggaplah harganya US$5.500 per troy ounce. Kalau dikonversi ke gram, lalu dikali dengan rupiah, ditambah biaya ongkos dan sertifikat seperti di emas Antam sekitar Rp100 ribu, maka harga emas bisa Rp3,5-3,8 juta per gramnya,” kata dia saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 7 Januari 2026.

Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Seperti diketahui, harga emas dunia sepanjang 2025 naik signifikan sebesar 57%. Sedangkan harga logam mulia domestik tancap gas hingga 70% yang dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Walau mengalami sedikit koreksi pada akhir 2025, awal tahun ini harga emas mulai merangkak naik. “Kemungkinan besar tahun 2026 kenaikannya akan lebih dari 70%,” ujar Ibrahim.

Perkiraan itu dibuat Ibrahim dengan menimbang sejumlah faktor. Yakni geopolitik, perang dagang, kondisi politik di Amerika Serikat, serta kebijakan The Fed, bank sentral AS, yang menurunkan suku bunga. Ia mencontohkan kondisi geopolitik di Timur Tengah dan Asia yang terus bergolak. Baru-baru ini, Iran lewat Presiden Masoud Pezeshkian menyebut negaranya berada dalam perang skala penuh melawan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Pernyataan Masoud masih terkait serangan udara Israel dan AS selama 12 hari yang menewaskan hampir 1.100 warga Iran.

Ibrahim menjelaskan, jika Israel dan Iran berperang, dan melibatkan negara Timur Tengah lain seperti Irak, Libanon, Suriah, serta Yaman, produksi minyak mentah bisa menurun. Akibatnya, banyak negara kekurangan pasokan dan harga minyak mentah bisa naik. “Kalau harga minyak mentah naik, barang-barang turunannya naik, inflasi bisa tinggi. Kalau inflasi tinggi, orang akan beralih ke emas,” kata dia.

Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Begitu pula ketegangan antara Venezuela dengan AS, yang meruncing pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS 3 Januari lalu. Konflik ini bisa berdampak pada sentimen global karena Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, yang memproduksi 1,1 juta barel minyak per hari. Belum lagi konflik Ukraina-Rusia di Eropa yang tak kunjung berakhir.

Menurut Ibrahim, sampai pemerintahan Presiden AS Donald Trump berakhir pada 2028, perang dan ketegangan geopolitik masih akan terjadi. Bahkan skenario terburuk Perang Dunia ke-3 pun muncul mengingat konflik global masih memanas. Tak heran bila di Eropa, perusahaan jasa keuangan Lehman Brothers sudah mawas diri dengan menarik dananya dari saham ke tunai. “Karena kalau terjadi Perang Dunia 3, surat berharga tidak ada harganya. Yang berharga cuma dua: uang tunai dan emas,” ujarnya.

Ibrahim Assuaibi Memprediksi Rupiah Melemah Karena Tekanan Geopolitik

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pelemahan rupiah pada 2026 hingga ke level Rp17 ribuan. Per 6 Januari 2025, nilai tukar rupiah ke dolar AS menembus Rp16.700. “Prediksi saya, rupiah (terhadap dolar AS) bisa ke (level) Rp17.500-17.800,” katanya kepada Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 7 Januari 2026.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini dinilai Ibrahim dipengaruhi oleh ketidakstabilan geopolitik. Termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer Amerika Serikat, serta konflik yang belum mereda di Timur Tengah. Kondisi politik dunia itu membuat investor global menarik uang dari negara berkembang seperti Indonesia, dan cenderung memilih mengamankan dananya ke aset emas dan dolar AS.

Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Bank Indonesia sendiri mengatakan 2026 itu tahun yang ‘tidak baik-baik saja’ karena permasalahan ekonomi global,” ujar Direktur PT Laba Forexindo Berjangka ini. Begitu pun sejumlah lembaga internasional seperti Bank Dunia, ADB, juga IMF, yang memprediksi pertumbuhan ekonomi global kemungkinan hanya 5%, bahkan bisa di bawah itu. 

Pemerintah RI sendiri sudah berupaya menjaga ketahanan ekonomi nasional dari guncangan geopolitik yang tak stabil. Salah satunya dengan mengucurkan dana Rp200 triliun dari BI ke bank himbara untuk memperkuat likuiditas, menurunkan suku bunga kredit, dan mendukung akses pembiayaan sektor riil.

Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ibrahim Assuaibi saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Kebijakan pemerintah lainnya, Ibrahim menyebutkan, adalah dengan redenominasi rupiah, atau menyederhanakan angka mata uang. Misalnya, dari yang semula Rp100 ribu menjadi Rp100 tanpa mengurangi nilai tukarnya. Ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap mata uang nasional, serta menunjukkan stabilitas ekonomi negara. Redenominasi ini ditargetkan masuk program legislasi nasional 2026, dan dijalankan pada 2027.

Ibrahim menjelaskan, redenominasi rupiah juga punya tujuan lain, misalnya untuk mendorong agar “uang panas” yang selama ini disembunyikan koruptor, ditukar ke bank. “Tahun 2027-2029 itu tahun politik, butuh biaya kampanye. Pemerintah ingin memotong akses uang tunai ilegal, makanya koalisi pendukung pemerintah mungkin akan pecah sikapnya saat membahas ini,” ujarnya.

Siapa Eddy Wijaya Sebenarnya, Begini Profilnya

Sosok Eddy Wijaya adalah seorang podcaster kelahiran 17 Agustus 1972. Melalui akun YouTube @EdShareOn, Eddy mewawancarai banyak tokoh bangsa mulai dari pejabat negara, pakar hukum, pakar politik, politisi nasional, hingga selebritas Tanah Air. Pria dengan khas lesung pipi bagian kanan tersebut juga seorang nasionalis yang merupakan aktivis perjuangan kalangan terdiskriminasi dan pemerhati sosial dengan membantu masyarakat lewat yayasan Wijaya Peduli Bangsa. Ia juga aktif di bidang olahraga dengan menjabat Ketua Harian Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu dan juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakarta Timur. Eddy juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, masa bakti 2022-2026. Gagasan-gagasannya terbentuk karena kerja kerasnya untuk mandiri sejak usia 13 tahun hingga sukses seperti sekarang. Bagi Eddy, dunia kerja tidak semulus yang dibayangkan, kegagalan dan penolakan menjadi hal biasa. Hal itulah yang membuatnya memegang teguh tagline “Sukses itu hanya masalah waktu”.

Tags : #EdShareOn #Ibrahim \Assuaibi #siapaeddywijaya #sosokeddywijaya #profileeddywijaya

Recent Posts

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)