Anwar Abbas Kritik Kualitas Pemilu dan Soroti Fenomena Politik Uang

Anwar Abbas Kritik Kualitas Pemilu dan Soroti Fenomena Politik Uang

Anwar Abbas Kritik Kualitas Pemilu dan Soroti Fenomena Politik Uang

April 4, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Anwar Abbas memberikan pandangannya tentang kualitas Pemilu tahun ini. Anwar Abbas mengaku bahwa meskipun bukan seorang politikus aktif, dia memperoleh banyak informasi tentang Pemilu melalui media.

Ia menyoroti penyelenggaraan Pemilu tahun ini jauh dari harapan. Dalam pandangannya, ada banyak pelanggaran terhadap prinsip-prinsip demokrasi, seperti ketidakjujuran dan ketidakadilan. Menurut Anwar Abbas, praktik politik yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi telah merajalela, seperti intimidasi terhadap pemilih dan praktik politik uang.

Meskipun dia mengakui bahwa hal ini bukanlah fenomena baru dalam politik Indonesia, namun ia menilai bahwa dalam Pemilu kali ini, praktik tersebut tampak lebih masif dan meresahkan. “Saya rasa iya, tetap ada setiap tahun dari dulu juga ada. Sejak zaman orde baru itu sudah ada, cuma yang kali ini saya lihat agak masif gitu aja ya,” ungkap Anwar Abbas.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurutnya, penting bagi semua pihak, baik penyelenggara maupun masyarakat, untuk mengambil pelajaran dari Pemilu ini agar Pemilu mendatang bisa menjadi lebih baik. “Dengan segala kekurangannya, mari kita mengambil ibrah, mengambil pelajaran dari pilpres dan pemilu yang kita laksanakan tahun ini supaya di Pemilu tahun 2029 semakin baik lagi kan jauh lebih baik,” tambah Anwar Abbas.

Anwar Abbas mengungkapkan pandangannya tentang pergeseran harga politik uang. “Teman saya yang mantan politisi mengatakan sekarang ini gak laku lagi 50rb. Minimal antara 200 sama 300 rb,” ujarnya.

Anwar Abbas memberikan contoh positif dengan menyebut sosok fenomenal yang tidak terlibat dalam praktik politik uang. “Komeng tidak mengeluarkan uang, bahkan dia manggung dia dibayar. Jadi bagi saya Komeng ini adalah sebuah sosok fenomenal,” jelas Anwar Abbas.

Tags :

Recent Posts

Pandangan Anwar Abbas Soal Politik Uang dalam Pemilu

Pandangan Anwar Abbas Soal Politik Uang dalam Pemilu

Pandangan Anwar Abbas Soal Politik Uang dalam Pemilu

April 4, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Saat berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Anwar Abbas, seorang pengamat politik, membahas tentang praktik politik uang yang semakin merajalela dalam setiap Pemilu di Indonesia. Anwar Abbas mengungkapkan pandangannya tentang politik uang yang terjadi Pemilu 2024.

“Teman saya yang mantan politisi mengatakan sekarang ini gak laku lagi 50rb. Minimal antara 200 sama 300 rb,” ujarnya. Fenomena ini, menurutnya telah menimbulkan pengekangan kebebasan pemilih, mengarah pada hilangnya esensi demokrasi yang sejati.

Anwar Abbas memberikan contoh positif dengan menyebut sosok fenomenal yang tidak terlibat dalam praktik politik uang. “Komeng tidak mengeluarkan uang, bahkan dia manggung dia dibayar. Jadi bagi saya Komeng ini adalah sebuah sosok fenomenal,” jelas Anwar Abbas.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas menggarisbawahi pentingnya reputasi dan pengakuan masyarakat terhadap calon pemimpin. “Kalau dia sudah dikenal oleh konstituennya, politik tanpa uang itu bisa,” katanya. Dalam hal ini, dia memberikan contoh tokoh agama yang populer dan dihormati, seperti Aa Gym atau Abdul Somad, yang mungkin tidak memerlukan kampanye mahal untuk terpilih.

Selain itu, Anwar Abbas juga membahas dampak sosial dan moral dari praktik politik uang, yang secara tidak langsung mereduksi peran negara dalam membangun masyarakat yang cerdas dan sejahtera. “Kalau mensejahterakan rakyat jangan dengan cara menyuap rakyat tetapi dengan cara memberdayakan mereka, memberi mereka pekerjaan sesuai dengan pasal di undang-undang memberikan pekerjaan yang layak bagi rakyat,” tuturnya.

“Jadi momen pilpres dan pemilu ini menurut saya adalah telah terjadi pengekangan kebebasan dari rakyat dan rakyat tidak lagi bisa menyampaikan karena sudah dicekokin dengan uang yang jumlahnya juga tidak seberapa,” lanjut Anwar Abbas.

Tags :

Ali Masykur Musa Ungkap Pemikiran Gus Dur, Dari Demokrasi Hingga Toleransi

Ali Masykur Musa Ungkap Pemikiran Gus Dur, Dari Demokrasi Hingga Toleransi

Ali Masykur Musa Ungkap Pemikiran Gus Dur, Dari Demokrasi Hingga Toleransi

April 1, 2024
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ali Masykur Musa. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam wawancara dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ali Masykur Musa, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2009-2014, membagikan pandangannya tentang pemikiran mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur. Diketahui Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang merangkul demokrasi, kemanusiaan, toleransi, dan gerakan masyarakat sipil.

Gus Dur memandang demokrasi sebagai landasan utama kesetaraan di hadapan hukum dan pemerintahan. “Beliau berpendapat bahwa tidak ada satupun kistimewaan satu orang dengan orang lain di dalam sistem demokrasi,” ujar Ali Masykur Musa.

Selain itu, kemanusiaan juga menjadi inti dari ajaran Gus Dur. Dia mempromosikan prinsip bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain, tanpa memandang latar belakang atau keyakinan agama. “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat kepada orang lain. Orang yang berbuat baik tidak usah ditanya agamanya apa,” jelas Ali Masykur Musa.

Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Gus Dur juga menonjolkan toleransi sebagai pondasi penting dalam masyarakat yang beragam. Dia memandang perbedaan sebagai kekayaan, bukan sebagai alasan untuk konflik. “Toleransi itu pada prinsipnya manusia itu memang diciptakan berbeda-beda. Gus Dur mengembangkan toleransi dan akhirnya disebut sebagai Bapak Toleransi,” tutur Ali Masykur.

Ali Masykur Musa mengungkapkan betapa dekatnya hubungannya dengan Gus Dur, bahkan sampai menjadi pengemudi dan menemani beliau dalam berbagai kesempatan. “Saya mengabdi dan berbakti pada Gus Dur dengan segala hormat sampai beliau wafat,” katanya.

Sebagai penutup, Ali Masykur Musa menekankan bahwa hubungannya dengan Gus Dur tidak hanya sekadar politik, tetapi juga penuh pengabdian dan penghargaan. Ia mencatat bahwa buku-bukunya banyak mengangkat pemikiran Gus Dur sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian yang tulus kepada sosok yang diidolakannya. “Dengan segala hormat, saya mengidolakan beliau juga. Karena itu tesis saya salah satu buku yang akhirnya turun itu yang saya bukukan adalah pemikiran gusdur tentang bangsa dan negara,” urainya.

Tags :

Ali Masykur Musa Ungkap Dinamika Politik NU dan Kenangan dengan Gus Dur

Ali Masykur Musa Ungkap Dinamika Politik NU dan Kenangan dengan Gus Dur

Ali Masykur Musa Ungkap Dinamika Politik NU dan Kenangan dengan Gus Dur

April 1, 2024
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ali Masykur Musa. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah perbincangan dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ali Masykur Musa, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2009-2014, membahas tentang dinamika politik yang melibatkan NU (Nahdlatul Ulama) dan kenangan indahnya bersama Gus Dur. Eddy Wijaya membuka diskusi dengan menanyakan pandangan Ali Masykur Musa mengenai dukungan NU terhadap paslon dalam pemilihan presiden.

Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa NU adalah kelompok yang dinamis dan fleksibel dalam politik. “Dinamika politik warga NU itu sangat dinamis dan fleksibel,” katanya. Menurutnya, mayoritas warga NU cenderung mendukung pasangan calon 02, Prabowo-Gibran, karena melihat adanya keselarasan nilai dan pandangan antara NU dengan pasangan tersebut.

Ali Masykur Musa menyoroti pentingnya memperkuat nilai Pancasila dan agama dalam politik. Dia menegaskan bahwa NU merasa nyaman dan terhubung dengan pasangan 02 karena melihat kesamaan nilai kemanusiaan, ajaran NU, dan kebangsaan. “Ideologi Pancasila itu lebih terjaga dengan Pak Prabowo Mas Gibran,” ungkapnya.

Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ketika ditanya mengenai peran Mahfud MD yang juga berasal dari NU dan tergabung dalam pasangan 03, Ali Masykur Musa menyatakan bahwa mayoritas warga NU memilih 02. “Kenyaataannya orang Madura memilih 02,” jelasnya. Namun, dia menekankan bahwa itu adalah pandangan berdasarkan fakta, bukan penilaian terhadap individu.

Pembicaraan kemudian berpindah pada kenangan Ali Masykur Musa bersama Gus Dur, tokoh pendiri NU dan mantan Presiden RI. Ali Masykur Musa mengungkapkan betapa dekatnya hubungannya dengan Gus Dur, bahkan sampai menjadi pengemudi dan menemani beliau dalam berbagai kesempatan. “Saya mengabdi dan berbakti pada Gus Dur dengan segala hormat sampai beliau wafat,” tuturnya.

Sebagai penutup, Ali Masykur Musa menekankan bahwa hubungannya dengan Gus Dur tidak hanya sekadar politik, tetapi juga penuh pengabdian dan penghargaan. Ia mencatat bahwa buku-bukunya banyak mengangkat pemikiran Gus Dur sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian yang tulus kepada sosok yang diidolakannya. “Dengan segala hormat, saya mengidolakan beliau juga. Karena itu tesis saya salah satu buku yang akhirnya turun itu yang saya bukukan adalah pemikiran gusdur tentang bangsa dan negara,” jelasnya.

Tags :

Ali Masykur Musa Membongkar Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

Ali Masykur Musa Membongkar Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

Ali Masykur Musa Membongkar Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

March 27, 2024
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ali Masykur Musa. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam perbincangan bersama Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ali Masykur Musa, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2009-2014, membahas secara mendalam tentang proyek Pak Prabowo dan Gibran Rakabuming terkait program makan siang gratis untuk anak-anak sekolah di Indonesia. Tidak hanya itu, Ali Masykur Musa juga mengungkapkan pengorbanannya dalam dunia politik.

Mengenai program makan siang gratis, Ali Masykur Musa menyoroti distribusi anggaran sebesar 400 triliun rupiah yang akan dialokasikan untuk program tersebut. “Pemain utama dari pengadaan makan gratis itu adalah pengusaha-pengusaha lokal. Ini dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dari bawah,” ungkapnya. Dengan cara ini, program tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan ekonomi bagi masyarakat desa dan mengurangi disparitas ekonomi antar wilayah.

Menanggapi sumber pendanaan program ini, Ali Masykur Musa menyatakan bahwa meskipun kontribusi dari CSR perusahaan dapat dimungkinkan, program ini seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan dianggarkan melalui APBN. “Sumber daya manusia adalah investasi untuk melihat Indonesia ke depan. Jadi, program ini harus menjadi bagian dari investasi negara dalam membangun karakter dan prestasi generasi muda,” paparnya.

Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Dengan keyakinan yang kuat, Ali Masykur Musa menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Siapkan anak-anak mudanya yang berkualitas, berkarakter baik, dan berprestasi tinggi. Ini adalah kunci untuk memastikan bahwa Indonesia maju berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan karakter bangsa yang kuat,” tambahnya.

Ali Masykur Musa juga menjawab pertanyaan seputar pengorbanannya dalam dunia politik, terutama terkait dengan keputusannya untuk mundur dari jabatan komisaris utama PT Pelni. “Hidup itu memilih, hidup itu pengorbanan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran adalah wujud dari dedikasi dan loyalitasnya terhadap negara. “Kontribusi, dedikasi, dan loyalitas saya kepada negara itu mengalahkan dari kepentingan saya pribadi,” tegasnya.

Ali Masykur Musa menegaskan bahwa pengorbanan tersebut bukanlah untuk kepentingan pribadinya, melainkan sebagai bagian dari perjuangan politik. “Saya akan menunjukkan bahwa pengorbanan itu tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Jadi saya begitu mundur dari komisaris utama BUMN, berarti saya terhindar dari abuse of power,” katanya dengan tegas.

Tags :

Pandangan Ali Masykur Musa Soal Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

Pandangan Ali Masykur Musa Soal Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

Pandangan Ali Masykur Musa Soal Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

March 27, 2024
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ali Masykur Musa. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah perbincangan dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ali Masykur Musa membahas proyek Pak Prabowo dan Gibran Rakabuming tentang program makan siang gratis. Menanggapi skeptisisme sebagian orang terhadap program ini, Ali Masykur Musa dengan tegas menyampaikan pandangannya.

Menurut Ali Masykur Musa, program memberikan makan gratis kepada anak-anak sekolah adalah langkah yang sangat Islami dan kemanusiaan yang baik. Ia menjelaskan, “Tugas pokok seorang pemimpin adalah memberikan makan bagi orang yang lapar dan memberikan rasa aman bagi orang yang takut. Program ini merupakan wujud dari komitmen untuk kemaslahatan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat.”

Ali Masykur Musa juga menyoroti keterkaitan program ini dengan anggaran negara. Meskipun beberapa pihak khawatir akan menjadi beban APBN, Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa program ini seharusnya dianggarkan melalui APBN sebagai bagian dari program kemanusiaan. “Indonesia adalah negara kesejahteraan. Apa salahnya presiden memberi makan pada anak-anak sekolah yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan?” ujarnya.

Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ali Masykur Musa saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menanggapi sumber pendanaan program ini, Ali Masykur Musa menyatakan bahwa meskipun kontribusi dari CSR perusahaan dapat dimungkinkan, program ini seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan dianggarkan melalui APBN. “Sumber daya manusia adalah investasi untuk melihat Indonesia ke depan. Jadi, program ini harus menjadi bagian dari investasi negara dalam membangun karakter dan prestasi generasi muda,” paparnya.

Dengan keyakinan yang kuat, Ali Masykur Musa menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Siapkan anak-anak mudanya yang berkualitas, berkarakter baik, dan berprestasi tinggi. Ini adalah kunci untuk memastikan bahwa Indonesia maju berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan karakter bangsa yang kuat,” tambahnya.

Tags :

Idrus Marham Bahas Soal Strategi Pengkaderan Partai Golkar dan Harapan pada Pemimpin Baru

Idrus Marham Bahas Soal Strategi Pengkaderan Partai Golkar dan Harapan pada Pemimpin Baru

Idrus Marham Bahas Soal Strategi Pengkaderan Partai Golkar dan Harapan pada Pemimpin Baru

March 27, 2024
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Idrus Marham. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara di podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya, Idrus Marham, salah satu tokoh utama dari Partai Golkar, memberikan pandangannya tentang pengkaderan partai yang efektif. Dalam kesempatan ini, Idrus Marham menyuarakan pemikirannya tentang bagaimana melahirkan kader-kader yang militan dan memiliki daya juang tinggi.

Menurut Idrus Marham, pengkaderan partai harus memperhatikan sejumlah aspek penting. “Kaderisasi ke depan ini untuk melahirkan kader-kader militan, kader-kader memiliki daya juang, kader-kader yang memahami sejarah lahirnya Golkar, ideologi Golkar, paradigma Golkar, dan arah perjuangan Golkar ke depan,” ungkapnya.

Namun dalam realitas politik saat ini, uang sering kali menjadi faktor penentu bagi calon legislatif. Idrus Marham menyatakan bahwa penting untuk menyeimbangkan aspek finansial dengan pengkaderan yang berkualitas. “Mestinya diseimbangkan. Realitas yang tidak bisa kita hindari, tapi pada saat yang sama kita harus imbangi dengan kaderisasi,” paparnya.

Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Dalam konteks pembentukan pemimpin baru, Idrus Marham menyoroti pentingnya komitmen bersama. “Pak Prabowo tidak mikirin apa-apa lagi tapi betul-betul ingin mengabdi kepada bangsa ini. Dan hari ini Pak Prabowo ditantang untuk membuktikan komitmennya bahwa ingin mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bangsa,” tegasnya.

Terkait peran dan harapan terhadap pemimpin baru, Idrus Marham mengungkapkan bahwa keberhasilan pemimpin haruslah didasarkan pada kemampuan profesionalitas. “Keberhasilan Pak Prabowo nanti adalah keberhasilannya untuk menyeleksi orang yang nanti menjadi anggota kabinetnya pembantunya. Dan saya kalau diminta bagaimana pikirannya produktivitas itu sangat tergantung pada kemampuan profesional, kemampuan profesionalitas harus dikedepankan karena ini yang menentukan produktivitas,” jelasnya.

Tags :

Pandangan Idrus Marham Soal Hak Angket dan Pemakzulan Jokowi

Pandangan Idrus Marham Soal Hak Angket dan Pemakzulan Jokowi

Pandangan Idrus Marham Soal Hak Angket dan Pemakzulan Jokowi

March 26, 2024
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Idrus Marham. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam percakapan di podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Idrus Marham, mantan Menteri Sosial Indonesia, menyoroti beragam isu politik yang sering menjadi perdebatan publik. Dalam diskusi tersebut, Idrus memberikan wawasan yang mendalam tentang hak angket dan dinamika politik yang berkembang.

Ketika ditanya tentang kemungkinan wacana hak angket sebagai alat bargaining politik, Idrus menegaskan bahwa pendekatan yang lebih bijaksana perlu diterapkan. “Tetapi untuk melakukan evaluasi, niatnya bagus, kemudian pikiran-pikiran juga seperti itu adalah bagaimana memformalkan gerakan-gerakan yang ada jangan di jalan tetapi melalui jalur politik jalur hukum niatnya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti jalur yang panjang dan kompleks untuk memakzulkan seorang presiden melalui hak angket. “Ini kan prosesnya ada. Katakan ada persoalan, kemudian DPR membuat pernyataan pendapat lalu kemudian disampaikan kepada MK. Kemudian MK mengatakan iya, lalu dikembalikan lagi sampai kepada MPR. Ini berapa waktunya? Lama,” jelasnya.

Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain itu, Idrus Marham menekankan pentingnya menjaga suasana kebatinan dan menghindari aksi-reaksi yang tidak konstruktif dalam komunikasi politik. “Di dalam komunikasi politik, ada dua hal benar dan pener,” ujarnya. Tentang perannya dalam politik dan penawaran menjadi menteri, Idrus dengan bijak menolaknya, ia lebih memilih fokus pada kontribusi yang bisa diberikannya dalam partai. “Memang saya menghindari, gak usah untuk apa? gitu loh Pak Eddy,” katanya.

Meski menolak menjadi menteri, Idrus menyadari bahwa hidup manusia adalah tentang mengalir, dan takdir yang ditentukan oleh Allah. “Kita di dalam menjalani jalan hidup ini, kita harus selalu waspada. Kita selalu ini tetapi kalau ada apa-apa kejadian itu Itulah takdir yang tidak bisa kita oleh Allah dan semua ditentukan,” tutur Idrus Marham.

Tags :

Idrus Marham Ungkap Perspektif Terhadap Hak Angket dan Dinamika Politik

Idrus Marham Ungkap Perspektif Terhadap Hak Angket dan Dinamika Politik

Idrus Marham Ungkap Perspektif Terhadap Hak Angket dan Dinamika Politik

March 26, 2024
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Idrus Marham. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Perbincangan seputar hak angket dan dinamika politik sering menjadi topik yang membingungkan. Namun dalam sebuah podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya, Idrus Marham, Menteri Sosial Indonesia periode 2018-2018, menyajikan pandangannya tentang permasalahan tersebut.

Pertanyaan Eddy Wijaya tentang hak angket menjadi pemicu bagi Idrus Marham untuk mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap perdebatan yang cenderung subjektif. “Saya khawatir setelah itu timbul fitnah, saling menyoroti, dan saling membongkar persoalan hukum. Dan itu belum tentu benar,” ungkapnya.

Marham menyoroti betapa pentingnya menata mentalitas dalam menghadapi masalah politik. Ketika berbicara tentang dugaan kecurangan dalam pemilu, Idrus menekankan perlunya objektivitas dan kesadaran. “Justru kenapa dugaan itu muncul? Karena mereka sudah membuat satu framing bahwa si A menang dan apabila ini tidak menang dan suaranya rendah lalu kemudian diframing bahwa pasti terjadi kecurangan,” ujarnya.

Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Tak hanya itu, Idrus Marham juga membahas tentang efektivitas hak angket dan pendekatan yang lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah politik. “Mari kita berpikir lebih jauh lagi efektivitas, fungsinya seperti apa, niat kita apa, mau terkenal atau menyelesaikan masalah,” paparnya. Dengan bijak, Marham mengajak untuk menghindari sikap aksi-reaksi yang tidak konstruktif, dan merujuk pada proses yang lebih terukur dan objektif.

Dalam menjawab pertanyaan tentang langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan permasalah ini, Idrus Marham menekankan pentingnya pendekatan yang terarah dan efektif. Dia mengingatkan bahwa setiap langkah yang diambil harus bertujuan untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk kepentingan pribadi atau politik semata.

“Yang paling ideal mari kita saling duduk bersama. Saya setuju dengan Pak Surya Paloh komitmennya dengan Pak Prabowo. Ketika Pak Surya Paloh beberapa minggu lalu ketemu dengan Pak Jokowi. Segera setelah ketemu membuat sebuah pernyataan. Pernyataannya apa? Pak Surya Paloh membuat bocoran. Bocorannya apa? Sebelum ini saya sudah membuat komitmen bersama dengan Prabowo apa bahwa kita memiliki semangat yang sama,” kata Idrus Marham.

Tags :

Idrus Marham Membahas Isu Bergabungnya Jokowi dengan Golkar

Idrus Marham Membahas Isu Bergabungnya Jokowi dengan Golkar

Idrus Marham Membahas Isu Bergabungnya Jokowi dengan Golkar

March 25, 2024
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Idrus Marham. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Beberapa waktu belakangan, isu mengenai kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Golkar menjadi sorotan media. Saat berbicara dalam sebuah wawancara bersama Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Idrus Marham, salah satu tokoh penting di partai Golkar, memberikan pandangannya mengenai isu tersebut.

Menanggapi pertanyaan Eddy Wijaya mengenai sikap Jokowi terkait kemungkinan bergabung dengan Golkar, Idrus Marham menjelaskan bahwa saat ini Jokowi masih berada di PDIP dan belum secara resmi mendeklarasikan keluar dari partai tersebut. Namun demikian, Marham menyatakan bahwa jika Jokowi memutuskan untuk bergabung dengan Golkar, tidak akan ada masalah.

Menurutnya hubungan antara Jokowi dan Golkar sudah terjalin dengan baik. Dan Golkar merupakan partai yang terbuka bagi siapa pun, termasuk Jokowi. “Saya kira ini kan menunjukkan bahwa ini sudah nyaman juga gitu loh rasanya. Dan yang paling penting masi adalah bahwa Golkar ini adalah partai rakyat milik rakyat. Jadi Golkar itu adalah partai yang go publik bukan bukan milik keluarga bukan milik kelompok tertentu dan lain-lain sebagainya. Jadi siapa saja boleh,” ungkap Idrus Marham.

Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Idrus Marham juga membahas persaingan internal di Golkar, ia menegaskan bahwa persaingan tersebut haruslah sehat, berbasis konsep dan kualitas. Dia mengatakan bahwa Golkar harus kembali kepada hikmat kelahirannya.

“Saya katakan persaingan tapi khan persaingan jelas terbuka. Kalau kita mau bersaing bersaing apa bersaing konsep dan bersaing berkualitas. Jadi kita jangan mengandalkan fisik tetapi sejatinya pikiran apa yang kita kedepankan. Gagasan itu yang harus kita kedepankan. Ide gagasan menjadi instrumen komunikasi kita. Ide dan gagasan harus menjadi instrumen politik kita,” tuturnya.

Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Idrus Marham Saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Sementara itu, Marham menyoroti pentingnya pembaharuan di Golkar, khususnya dalam menggerakkan organisasi dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Dia menyatakan bahwa Airlangga Hartarto, ketua umum Golkar saat itu, mampu mengatasi berbagai permasalahan yang muncul.

“Jadi bukan masalah Munaslub atau tidak, tetapi sebenarnya kita harus lihat adalah mengapa itu muncul. Pertama dari sisi kepemimpinan? Bagaimana menggerakkan partai ini? Jadi organisasi ini kita gerakkan sedemikian rupa sehingga betul-betul itu jalan roda organisasi dari pusat sampai ke bawah. Kemudian juga muncul ada masalah-masalah yang dihadapi dan lain-lain sebagainya karena itu sebenarnya muncul kalau ini tidak bisa diatasi maka perlu kita pikirkan pembaharuan. Tetapi Airlangga Hartarto di dalam kiprahnya ini bisa mengatasi,” jelas Idrus Marham.

Tags :