Month: May 2024
OC Kaligis Cerita Soal Produktivitas Menulis dan Pengalaman Karier Internasional
OC Kaligis Cerita Soal Produktivitas Menulis dan Pengalaman Karier Internasional
OC Kaligis. (Foto: EdShareOn.com)
JAKARTA – Dalam sebuah episode terbaru di podcast EdShareOn yang dipandu Eddy Wijaya, OC Kaligis berbagi kisah tentang produktivitasnya dalam menulis buku dan pengalaman karier internasionalnya. Dalam wawancara bersama Eddy Wijaya, pengacara kelahiran 19 Juni 1942 ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia telah menulis 125 buku dan masih berencana untuk menulis lebih banyak lagi.
“Saya lagi bikin buku tentang pedofilia karena saya orang pertama yang membela dan membongkar kasus pedofilia JIS,” kata Kaligis. Ia menjelaskan bahwa proses penulisan buku menjadi lebih mudah karena didasarkan pada pengalaman nyata, analisis hukum, dan keputusan pengadilan yang pernah dihadapinya.
Meskipun berada di penjara, Kaligis tetap produktif, menulis 17 buku selama masa tahanannya. “Gampang sih karena kan saya buat pengalaman jadi matter of fact, legal basis, legal analisis dan keputusan. Sudah ada bahannya khan,” ungkapnya. Dengan disiplin dan dedikasi, OC Kaligis mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk menulis.
Kaligis juga dikenal sebagai pengacara yang sering melakukan pembelaan di luar negeri. Ia menceritakan pengalaman menangani kasus Hendra Rahardja di Australia serta berbagai kasus lain yang melibatkan penanaman modal asing. “Kebanyakan kalau saya, sehubungan dengan penanaman modal asing karena kebanyakan mereka tanam modal di sini,” jelasnya.
Pengalaman lainnya termasuk bertemu dengan Presiden Obama di Gedung Putih. “Saya terharu setengah mati enggak sangka seorang pengacara yang mungkin nggak ada apa-apanya bisa diterima,” kenangnya. Pertemuan ini terjadi setelah Kaligis mengirimkan buku-bukunya untuk studi perbandingan hukum Asia di Amerika Serikat.
Dalam podcast EdShareOn, OC Kaligis juga membahas berbagai kasus menarik yang pernah ditanganinya, termasuk kasus Luna Maya dan Lukas Enembe. Ia menyatakan bahwa banyak masalah hukum yang bercampur dengan politik, yang menambah kompleksitas kasus-kasus yang ditanganinya. OC Kaligis juga menekankan pentingnya integritas dalam profesi hukum. “Bagi saya uang bukan segalanya. Saya bahagia tanpa duit, tanpa cincin juga saya bahagia,” tuturnya.
Tags :
Recent Posts
-
Djoko Setijowarno: Rel KRL dan Kereta Api Jarak Jauh Seharusnya Dipisah
-
Akibat Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dirut KAI Didesak Mundur, MTI: Tergantung Individunya
-
Mufti Mubarok: Kita Perlu Punya QR Bank Data Produk
-
Dari MBG hingga Saham Ikut Diawasi BPKN, Demi Perlindungan Terhadap Konsumen
-
Ismail Amin: Iran Sudah Siap Perang Sejak Lama
-
Kisah Kehidupan Rakyat Iran saat Perang dengan Amerika dari Diaspora Indonesia
-
Ahmad Doli Kurnia: UU Satu Data Indonesia Penting untuk Hasilkan Kebijakan yang Berbasis Data Akurat
-
Bahas Reshuffle, RUU Prioritas Prolegnas 2026, dan Masalah Pertanahan yang Tak Kunjung Usai








