Erry Riyana Sayangkan Proses Pencalonan Gibran Rakabuming Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Erry Riyana Sayangkan Proses Pencalonan Gibran Rakabuming Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Erry Riyana Sayangkan Proses Pencalonan Gibran Rakabuming Jadi Cawapres Prabowo Subianto

February 28, 2024
Gibran Rakabuming dan Prabowo Subianto. (Foto: instagram.com/gibran_rakabuming)

Gibran Rakabuming dan Prabowo Subianto. (Foto: instagram.com/gibran_rakabuming)

JAKARTA – Saat berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdshareOn, Erry Riyana mengungkapkan latar belakang terjadinya Maklumat Juanda. Diketahui Maklumat Juanda ini ditandatangani oleh beberapa tokoh dari kalangan dosen hingga mantan pimimpinan KPK. Maklumat ini sendiri berisi tentang keprihatinan dengan kondisi politik di Indonesia.

Maklumat Juanda muncul setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi soal UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait usia dari capres dan cawapres yang diajukan oleh Almas Tsaqibbirru. Erry Riyana mengatakan jika alasan munculnya Maklumat Juanda ini adalah kepedulian dirinya berserta tokoh lainnya tentang demokrasi di Indonesia.

“Akhirnya kami sepakat bahwa ada situasi yang layak untuk kita pedulikan. Oleh karena itu, perlu ada petisi untuk mengimbau kepada Presiden supaya tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak demokrasi Indonesia,” ujar mantan pimpinan KPK periode 2003-2007 ini.

Erry Riyana saat jadi bintang tamu di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Erry Riyana saat jadi bintang tamu di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Saat ditanya apakah dirinya patah hati dengan Presiden Jokowi, pria kelahiran 5 September 1949 ini mengibaratkan seperti peribahasa nila setitik rusak susu sebelanga. Apalagi Erry Riayana menaruh harapan baru kepada sosok Presiden Jokowi.

“Mungkin bukan cuman saya aja, kita semua senang ada orang biasa yang bisa jadi presiden. Ini kan fenomena memberikan harapan baru. Apa harapannya? Ternyata yang menjadi Presiden itu tidak harus anak dari elite politik. Setelah itu, ya prestasinya dengan segala kekurangannya. Keputusan beliau ini seperti nila setitik rusak susu sebelanga,” tuturnya.

Menurut Erry Riyana, meskipun Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming menang dalam Pemilu 2024 akan tetapi kemenangan tersebut akan penuh dengan kontroversi. “Sekarang hal itu sudah jadi putusan. Suka atau tidak suka ya harus diterima. Tapi kalaupun menang, itu akan jadi kemenangan yang penuh dengan kontroversi karena banyak persoalan yang mendahului,” ucapnya.

Sisi Positifnya Adalah Bisa Melanjutkan Pembangunan

Ketika ditanya seandainya Gibran menjadi wakil presiden, maka sisi positifnya adalah dapat melanjutkan pembangunan yang sudah dimulai oleh Presiden Jokowi. “Sisi positifnya kita bisa menilai seperti itu. Tapi dari sisi lain memaksakan anak muda yang belum matang kemudian aturannya sebetulnya tidak boleh kemudian menjadi boleh. Hal itu meninggalkan sejarah yang kurang untuk demokrasi,” jelasnya.

Walaupun ada sisi positifnya, akan tetapi Erry Riyana menyayangkan proses Gibran maju jadi cawapres dari Prabowo Subianto. “Yang menjadi masalah adalah prosesnya. Kita melihat Gibran bagus punya pengalaman jadi walikota selama 2 tahun. Tapi prosesnya itu yang yang kita anggap kurang elok, melanggar etika dan sebagainya,” urainya.

Erry Riyana saat jadi bintang tamu di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Erry Riyana saat jadi bintang tamu di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Saat ditanya tentang pernyataannya tentang hal yang paling berbahaya adalah menaklukan lawan politik dengan instrumen hukum, Erry menjelaskan jika hal tersebut sudah terjadi. “Iya sudah terjadi. Bisa dibayangkan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional dapat begitu cepat berubah haluan. Dan kita bisa melihat juga beberapa saat sebelumnya, keduanya diperiksa oleh Kejaksaan Agung untuk kasus yang berbeda,” ungkapnya.

Tags :

Recent Posts

Dinilai Pintar Menata Kata, Jubir Anies Baswedan: Skill Komunikasi Itu Hal Penting Dalam Kepemimpinan

Dinilai Pintar Menata Kata, Jubir Anies Baswedan: Skill Komunikasi Itu Hal Penting Dalam Kepemimpinan

Dinilai Pintar Menata Kata, Jubir Anies Baswedan: Skill Komunikasi Itu Hal Penting Dalam Kepemimpinan

February 28, 2024
Anies Baswedan ketika kampanye di Pemilu 2024. (Foto: instagram.com/aniesbaswedan)

Anies Baswedan ketika kampanye di Pemilu 2024. (Foto: instagram.com/aniesbaswedan)

JAKARTA – Juru Bicara dari calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan, Andi Sinulingga buka suara soal anggapan banyak orang yang menilai Anies hanya pintar menata kata-kata saja. Pria kelahiran 23 Maret 1970 ini mengatakan jika Anies mempunyai hal yang paling penting dimiliki oleh seorang pemimpin.

“Salah satu hal yang paling penting dalam kepemimpinan adalah keterampilan berkomunikasi. Hal itu jadi salah satu yang paling penting dan Anies mempunyai kemampuan tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ucok ini ketika berbincang bareng Eddy Wijaya di podcast EdShareOn.

Menurut Andi Sinulingga, keterampilan berkomunikasi jadi salah satu hal yang penting lantaran dapat menggerakan orang. “Ingat, komunikasi itu bisa menggerakkan orang. Bisa bikin orang marah, bisa bikin orang senang, bisa bikin orang bersedih, dan bisa bikin orang kecewa hanya dari kata-kata kita. Keterampilan berkomunikasi itu penting, karena bisa mendelegasikan kewenangan kepada orang lain dan memastikan bahwa kewenangan itu terlaksana. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa kemampuan berkomunikasi itu,” tutur pria kelahiran Medan itu.

Andi Sinulingga ketika berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Andi Sinulingga ketika berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain keterampilan berkomunikasi, Andi Sinulingga juga menjelaskan jika kemampuan menangkap pesan jadi hal yang penting untuk dimiliki oleh seorang pejabat publik. Ia juga mengungkap alasan pentingnya seorang pemimpin mempunyai kemampuan menangkap pesan.

“Sebagai pejabat publik, kemampuan menangkap pesan itu juga penting sekali. Kalau dia tidak punya kemampuan menangkap pesan dari publik, maka aspirasi akan terhambat. Oleh karena itu, kita perlu punya pemimpin yang bisa menangkap pesan dan mengolah pesan tersebut menjadi sebuah kebijakan dan program yang sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujarnya.

Andi Sinulingga juga memberikan contoh manfaat keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh Anies Baswedan. Ia menjelaskan saat DKI Jakarta melakukan PPKM ketika pandemi Covid-19, tidak ada masyarakat yang protes meski sedang mengalami kesulitan secara keuangan.

“Ada nggak fenomena ribut-ribut saat pandemi di DKI? Nggak ada. Kenapa nggak ada fenomena tersebut di DKI? Karena mereka diajak berdiskusi. Simpul-simpul masyarakat diajak bicara, pedagang-pedagang pasar diajak bicara dan mereka diberi arahan tentang pandemi covid. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia, tunjangan kinerja ASN (Aparatur Sipil Negara) dipotong 50%. Hanya DKI,” jelasnya.

Soal Isu Khilafah Jika Anies Baswedan Jadi Presiden Indonesia

Andi Sinulingga juga memberikan klarifikasi soal isu paham khilafah jika Anies Baswedan menjadi Presiden Indonesia. Andi menegaskan isu tersebut tidak benar, ia juga mengungkapkan jika Anies merupakan pribadi yang punya toleransi tinggi.

“Jika isu itu benar, maka tidak ada Christmas Carol di DKI Jakarta. Saat Christmas Carol, orang di sepanjang Sudirman Tamrin juga tertib. Orang-orang juga menyanyikan lagu-lagu Natal. Sedangkan umat muslim bisa melakukan pawai menjelang Hari Raya Lebaran,” tuturnya.

Andi Sinulingga ketika berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Andi Sinulingga ketika berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Tak hanya itu saja, Andi Sinulingga juga mengungkapkan jika Anies Baswedan membantu sebuah gereja yang IMB-nya (Izin Mendirikan Bangunan) tidak kunjung keluar. “Di DKI, ada gereja yang 40 tahun izin IMB-nya tidak pernah keluar. Salah satu yang saya tahu itu di dekat Lubang Buaya. Penduduk setempat nggak mau tanda tangan. Pak Anies mengajak berbincang-bincang dengan ketua rt-nya, tokoh-tokoh masyarakat, dan datang salat magrib di daerah itu. Hingga akhirnya Pak Anies berhasil meluluhkan hati masyarakat di daerah tersebut,” ungkapnya.

Tags :

Andi Sinulingga Buka Suara Soal Isu Khilafah Jika Anies Baswedan Jadi Presiden

Andi Sinulingga Buka Suara Soal Isu Khilafah Jika Anies Baswedan Jadi Presiden

Andi Sinulingga Buka Suara Soal Isu Khilafah Jika Anies Baswedan Jadi Presiden

February 27, 2024
Anies Baswedan. (Foto: EdShareOn.com)

Anies Baswedan. (Foto: instagram.com/aniesbaswedan)

JAKARTA – Terkait isu tentang paham khilafah jika Anies Baswedan terpilih sebagai Presiden Indonesia, Andi Sinulingga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidaklah benar. Andi juga menyoroti bahwa Anies dikenal sebagai sosok yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi.

“Jika isu itu benar, maka tidak ada Christmas Carol di DKI Jakarta. Saat Christmas Carol, orang di sepanjang Sudirman Tamrin juga tertib. Orang-orang juga menyanyikan lagu-lagu Natal. Sedangkan umat muslim bisa melakukan pawai menjelang Hari Raya Lebaran,” jelasnya ketika berbincang bareng Eddy Wijaya di podcast EdShareOn.

Tak hanya itu saja, Andi Sinulingga juga mengungkapkan jika Anies Baswedan membantu sebuah gereja yang IMB-nya (Izin Mendirikan Bangunan) tidak kunjung keluar. “Di DKI, ada gereja yang 40 tahun izin IMB-nya tidak pernah keluar. Salah satu yang saya tahu itu di dekat Lubang Buaya. Penduduk setempat nggak mau tanda tangan. Pak Anies mengajak berbincang-bincang dengan ketua rt-nya, tokoh-tokoh masyarakat, dan datang salat magrib di daerah itu. Hingga akhirnya Pak Anies berhasil meluluhkan hati masyarakat di daerah tersebut,” ungkapnya.

Andi Sinulingga ketika berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Andi Sinulingga ketika berbincang-bincang dengan Eddy Wijaya di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain diterpa isu khalifah, Anies Baswedan juga dinilai hanya pintar menata kata-kata saja. Akan tetapi, hal tersebut ditepis oleh Andi. Ia menyebut jika keterampilan berkomunikasi jadi hal yang penting untuk dimiliki oleh seorang pemimpin.

“Salah satu hal yang paling penting dalam kepemimpinan adalah keterampilan berkomunikasi. Hal itu jadi salah satu yang paling penting dan Anies mempunyai kemampuan tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ucok ini.

Menurut Andi Sinulingga, pentingnya keterampilan berkomunikasi tidak bisa diabaikan karena mampu memotivasi orang untuk bertindak. “Ingat, komunikasi itu bisa menggerakkan orang. Bisa bikin orang marah, bisa bikin orang senang, bisa bikin orang bersedih, dan bisa bikin orang kecewa hanya dari kata-kata kita. Keterampilan berkomunikasi itu penting, karena bisa mendelegasikan kewenangan kepada orang lain dan memastikan bahwa kewenangan itu terlaksana. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa kemampuan berkomunikasi itu,” tutur pria kelahiran Medan itu.

Tags :