Tanggapan Bijak Ustaz Zacky Mirza Soal Kemajuan Teknologi

Tanggapan Bijak Ustaz Zacky Mirza Soal Kemajuan Teknologi

Tanggapan Bijak Ustaz Zacky Mirza Soal Kemajuan Teknologi

April 25, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn, Eddy Wijaya dan Ustaz Zacky Mirza membahas tentang kemajuan teknologi dalam menjalankan peran dakwahnya. Sebagai seorang pendakwah yang dikenal luas, Ustaz Zacky Mirza menggambarkan betapa pentingnya untuk tetap terhubung dengan perkembangan zaman, terutama dalam era digital yang semakin maju.

Menanggapi pertanyaan Eddy Wijaya tentang upaya Ustaz Zacky Mirza dalam mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi. “Saya termasuk Ustaz yang update. AI saya pahamlah gitu. Jadi kalau untuk zoom itu saya sudah nggak gaptek,” jelas Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz kelahiran 8 November 1979 ini juga berbagi pengalamannya dalam mengadopsi teknologi sejak dulu. “Saya ingat dulu masa transisi dari satu handphone yang konvensional ke handphone BlackBerry Messenger. Itu ada masa transisi kan? Itu ustaz-ustaz belum ada yang pakai BlackBerry saat itu saya sudah pakai duluan,” ungkapnya.

Selain itu, Ustaz Zacky Mirza juga membagikan pandangannya tentang kemungkinan dakwah melalui platform digital yang lebih canggih di masa depan. “Saya pernah ngisi acara zoom hologram. Waktu di Malaysia jadi seolah-olah tapi dia memang masih pecah-pecah dan masih patah-patah,” ujarnya.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ketika ditanya tentang pesan untuk generasi muda menghadapi teknologi, Ustaz Zacky Mirza memberikan pesan yang bijak. “Manfaatkanlah teknologi untuk kebaikan dan mengedukasi diri kita. Belajarlah dari siapapun, kebaikan itu enggak boleh kita pilah-pilih,” ungkapnya.

Tags :

Recent Posts

Pandangan Ustaz Zacky Mirza tentang Peran Dakwah dan Sertifikasi

Pandangan Ustaz Zacky Mirza tentang Peran Dakwah dan Sertifikasi

Pandangan Ustaz Zacky Mirza tentang Peran Dakwah dan Sertifikasi

April 25, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn antara Eddy Wijaya dan Ustaz Zacky Mirza, telihat pandangan tentang peran dakwah dalam masyarakat. Sebagai seorang ustaz yang dikagumi, Ustaz Zacky Mirza menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan dalam konteks formal.

“Be yourself aja. Dakwah itu bisa ringan banget. Dakwah itu bisa di mana aja dan paling penting, dakwah dimulai dari diri sendiri. Jadi mulailah berdakwah dari diri kita sendiri dan kalangan terdekat. Berdakwahlah ketika ada teman-teman kita contohin minum sambil duduk itu kan sunahnya Rasul,” kata Ustaz Zacky Mirza, menekankan pentingnya menjadi diri sendiri dalam berdakwah.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Pembahasan tentang sertifikasi untuk pendakwah pun terangkum dalam percakapan ini. Ustaz Zacky Mirza menjelaskan bahwa ia merupakan salah satu dari golongan pertama yang menerima sertifikat. Proses sertifikasi tidak semata-mata menguji keilmuan, tetapi juga perilaku dan pandangan yang diemban oleh pendakwah.

“Saya sih sudah Alhamdulillah sudah ya. Saya termasuk golongan pertama yang dikasih sertifikat. Ditesnya seperti baca Al-Quran, dites terus ujian dan ujiannya itu bukan lebih kepada ujian intelek. Tapi ujian pilihan-pilihan ketika contoh ketika anda salat di masjid yang rata-rata jemahnya Muhammadiyah terus bagaimana sikap anda,” tutur Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Namun, ia juga menyoroti bahwa label ‘Ustaz’ seringkali diberikan oleh masyarakat tanpa mempertimbangkan kualifikasi yang sebenarnya. Ustaz Zacky Mirza juga menyampaikan pandangannya tentang konsep ‘Ustaz’ dalam konteks Mesir, di mana istilah tersebut sebenarnya merujuk pada profesor.

“Sekarang pun ya kalau ada wacana sertifikasi agak susah ya karena Ustaz ini kan labelingnya dari masyarakat. Bahkan ada Ustaz yang baru lulus Pesantren ngajarin TPA kita manggilnya udah Ustaz. Padahal di Mesir sendiri, Ustaz itu artinnya profesor,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Tanggapan Ustaz Zacky Mirza Soal Ustaz Flexing

Tanggapan Ustaz Zacky Mirza Soal Ustaz Flexing

Tanggapan Ustaz Zacky Mirza Soal Ustaz Flexing

April 24, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya, Ustaz Zacky Mirza berbagi pandangannya tentang fenomena ‘Ustaz flexing’. Bagi Ustaz Zacky, hal ini adalah sebuah pilihan yang masing-masing individu, dan ia yakin jika ustaz tersebut mempunyai pertimbangan masing-masing.

“Itu pilihan ya. Masalah kita mau ke politik sebagai pendakwah itu pilihan. Kita ingin menunjukkan eksposur ke masyarakat bahwa kita Alhamdulillah dikasih rumah itu juga pilihan. Masing-masing saya yakin punya alasan yang tidak sama,” kata Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza mengungkapkan bahwa dia lebih memilih untuk tidak terlalu mengekspos kehidupan pribadinya di media sosial. Sebagai contoh, dia menceritakan bagaimana dia dan istrinya memiliki pendapat yang berbeda tentang kaca di rumah mereka.

“Guru saya pernah bilang nggak selamanya orang yang iri itu dosa, bisa jadi yang lebih berdosa tuh yang bikin iri. Jadi sebaik-baiknya harta itu harta yang disedekahkan bukan yang kita tunjukkan ke orang,” papar Ustaz Zacky.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Bagi Ustaz Zacky, kekayaan yang sejati adalah yang diberikan untuk kebaikan, bukan yang dipamerkan di media sosial. Dia mengutip kisah tentang Rasulullah yang memilih menjadi rasul dan hamba, daripada menjadi raja yang kaya raya.

“Saat didatangi oleh malaikat Jibril, Rasulullah disuruh antara menjadi Rasul sekaligus raja atau Rasul sekaligus hamba. Kalau Rasul sekaligus raja, ini jauh lebih nikmat karena akan dijadikan Raja lebih kaya dari Nabi Sulaiman. Lebih kaya dari raja di Romawi dan Persia tapi Rasul meneteskan air mata dan beliau menyampaikan lebih memilih untuk menjadi rasul dan hamba. Jadi itu yang mejadi prinsip hidup saya,” tambahnya.

Tags :

Kisah Unik Ustaz Zacky Mirza, Dari Layar Lebar ke Panggung Dakwah

Kisah Unik Ustaz Zacky Mirza, Dari Layar Lebar ke Panggung Dakwah

Kisah Unik Ustaz Zacky Mirza, Dari Layar Lebar ke Panggung Dakwah

April 23, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Saat mengobrol dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza mengungkap kisah menariknya saat keterlibatannya dalam sebelum film layar lebar. Terkenal lewat perannya dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Ustaz Zacky Mirza membagikan pengalamannya yang menarik tentang awal mula ia terlibat dalam film Ketika Cinta Bertasbih.

Ustaz Zacky Mirza terlibat dalam film Ketika Cinta Bertasbih karena sebuah prank. “Saya tuh korban prank itu,” ujarnya dengan nada ringan. Awalnya, dia dipercaya untuk membacakan doa dalam sebuah acara, tanpa mengetahui bahwa itu sebenarnya adalah bagian dari proses casting untuk film tersebut.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Saya telepon Uje kalau sudah ada di tempat acara. Waktu saya masuk itu ada Neno Warisman, ada almarhum Didi Petet. Asalamualaikum Waalaikumsalam udah Ustaz mulai. Saya pikir kan doa kan? ya udah saya doa kan. ‘Loh kok doa Pak Ustaz? ‘Loh kata Uje, saya suruh doa’. ‘Bukan, ini casting’. ‘Astagfirullahalazim casting apaan Bunda Neno?’ ‘Ini casting Ketika Cinta Bertasbih Ustaz, kita lagi nyari pemain film artis,” cerita Ustaz Zacky Mirza.

Meskipun demikian, pengalaman tersebut membawa berkah baginya. “Ada hikmah dibalik dijadikan korban. Jadi ya memang saya korban sebenarnya. Tapi dari dikorbanin itu ada jadi berkah,” lanjut Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain berdakwah, Ustaz Zacky Mirza juga mempunyai beberapa bisnis. Akan tetapi, ia mengaku bahwa bisnis bukanlah keahliannya. Meskipun pernah mencoba berbagai usaha, seperti bisnis parfum, namun dia lebih merasa bahwa berbisnis adalah urusan antara dia dan Allah.

“Ada sih ada. Cuman orientasinya saya rubah gitu. Contoh yang paling gampang berapa kali saya bisnis parfum. Saya tuh orangnya, ada teman nih ketemu terus udah saya bagi bagi saja. Nggak jadi jualan. Akhirnya saya ada tim harus dipisahin ini yang benar-benar buat jualan, ini buat hadiah. Tapi tetap aja banyakan hadiahnya gitu. Tapi ujung-ujungnya saya mikir berarti saya bisnisnya sama Allah aja,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Pengalaman Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua, dari Kecelakaan hingga Pingsan

Pengalaman Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua, dari Kecelakaan hingga Pingsan

Pengalaman Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua, dari Kecelakaan hingga Pingsan

April 22, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Ustaz Zacky Mirza menceritakan perjalanan dakwahnya yang dipenuhi dengan tantangan, risiko, dan kegembiraan. Melalui percakapan dengan Eddy Wijaya, ia membagikan pengalamannya yang memukau, dari pingsan di Pekanbaru hingga panggung dakwah yang roboh di Pontianak.

“Saya lihat ini di sini, Ustaz pernah pingsan waktu berdakwah di tahun April 2021 di Pekanbaru Riau. Pernah juga kecelakaan di Aceh Desember 2021. Terus waktu itu pernah juga panggung dakwahnya roboh di 2023 di Pontianak. Ini gimana ceritanya kalau sampai banyak kejadian ini?” tanya Eddy Wijaya selaku host dari podcast EdShareOn.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Istri saya waktu itu ikut, tiba-tiba saat terakhir tuh saya udah sudah mencari pegangan. Tiba-tiba udah nggak sadar pingsan tapi dari situ saya belajar untuk pertempuran itu. Harusnya ngatur jadwalnya nggak boleh sampai bentrok,” jelas Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza menggambarkan dakwah sebagai sebuah perjuangan yang penuh resiko. Ia menjelaskan bahwa setiap kejadian dalam perjalanan dakwahnya merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi. Pengalaman pingsan di Pekanbaru, kecelakaan di Aceh, dan panggung dakwah yang roboh di Pontianak menjadi bagian dari perjalanan dakwahnya yang memperkuat keyakinannya. Meskipun dihadapkan pada berbagai risiko dan cobaan, namun Ustaz Zacky Mirza tidak pernah menyerah.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Dakwah tuh tempur, ada ustaz-ustaz yang lain bilangnya konsep kalau saya lebih suka bahasa tempur karena itu seperti bertempur. Berjuang gitu loh, fight-nya benar-benar fight,” ungkapnya.

Keberhasilan dalam dakwah juga disertai dengan kebahagiaan yang luar biasa. Ustaz Zacky Mirza bercerita tentang kegembiraannya saat disambut dengan antusiasme oleh masyarakat setempat, terutama oleh ibu-ibu yang penuh semangat. Baginya, dakwah adalah panggilan hati dan passionnya. “Iya happy banget. Itu happy-nya benar-benar yang happy,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Petualangan Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua

Petualangan Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua

Petualangan Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua

April 18, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza mengungkapkan pengalaman uniknya saat melakukan dakwah di daerah terpencil. Ia menceritakan pengalamannya saat melakukan dakwah di berbagai daerah, termasuk ke dalam pelosok Papua yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam.

Ustaz Zacky Mirza menceritakan pengalamannya yang luar biasa, dari naik pesawat kecil hingga menjelajahi perjalanan darat berjam-jam. “Saya pernah ke Yahukimo Papua, naik pesawat kecil. Dan juga ke Sarmi, yang masih ditempuh 13 jam perjalanan dari Jayapura,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Perjalanan yang sulit dengan jalan tanah yang berdebu dan belum diaspal membuatnya harus bersabar. Namun di tengah kesulitan itu, Ustaz Zacky Mirza menemukan keajaiban, ketulusan dan kebahagiaan masyarakat setempat yang menyambutnya dengan antusias.

“Jadi betul-betul aman dan sampai di sana ya gimana ya. Mau netesin air mata juga sih karena seumur-umur mereka tinggal di Sarmi, baru ini ada Ustaz dari Jakarta,” tutur Ustaz Zacky Mirza.

Namun petualangan dakwah ini tidak semulus yang dibayangkan. Banyak yang mundur sebelum perjalanan dimulai, termasuk seorang Ustaz yang ditawarkan Ustaz Zacky Mirza untuk bergabung.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Saya pernah ngajak salah satu Ustaz juga. Ternyata dia sudah tahu duluan. Ternyata ada panitia di sana kenal sama si Ustaz ini. Dan dia baru tahu jika perjalanannya 12 jam dari Jayapura. Terus dia WhatsApp saya ‘gua mundur ya, nggak sanggup’ katanya,” cerita Ustaz Zacky Mirza.

Meskipun demikian, Ustaz Zacky Mirza tidak pernah menyerah. Baginya, dakwah adalah panggilan hati dan passionnya. “Iya happy banget. Itu happy-nya benar-benar yang happy,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Dari Dakwah, Ustaz Zacky Mirza Hampir Keliling Dunia

Dari Dakwah, Ustaz Zacky Mirza Hampir Keliling Dunia

Dari Dakwah, Ustaz Zacky Mirza Hampir Keliling Dunia

April 18, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Ketika berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza membahas interaksi antara dakwah, politik, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia membagikan pengalamannya dalam dakwah di berbagai daerah, serta pandangannya terhadap fenomena politik yang sedang ramai belakangan ini.

Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, Ustaz Zacky Mirza mengungkapkan pandangannya yang menarik dalam podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya. Salah satu topik menarik yang dibahas adalah perbedaan antara audiens dakwah di berbagai daerah.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurut Ustaz Zacky Mirza, audiens dakwahnya cenderung didominasi oleh ibu-ibu, yang selalu antusias dalam menyambut kegiatan dakwah. Hal ini terutama terjadi di daerah-daerah seperti Papua, di mana pendatang mayoritas berasal dari suku Bugis, Makassar, dan Jawa. Meskipun demikian, ia tetap menyesuaikan konten dakwahnya sesuai dengan kebutuhan dan minat audiens, baik itu remaja SMA yang gemar dengan konten ringan seperti TikTok atau ibu-ibu yang mencari ilmu agama yang lebih mendalam.

“Ketika saya datang ini jemaahnya habis subuh. Oh berarti ini benar-benar mau ngaji. Saya betul-betul ngaji bawanya ya referensi dari Al-qur’an dan Hadis. Tapi ketika masuk ke anak-anak SMA, berarti mereka mau yang light yang tiktok dan yang lagi viral ngomongin tentang war takjil,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Ia menekankan bahwa bulan suci ini berhasil menyatukan masyarakat, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam hal-hal lain seperti takjil. Ia mengamati bahwa takjil tidak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tetapi juga oleh non-Muslim, yang membuat perbedaan politik seakan-akan hilang. “Jadi menurut saya kemarin kita dibedakan dengan pilpres tapi sekarang disatukan dengan takjil,” jelasnya.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza juga membagikan pengalamannya dalam melakukan dakwah. Bahkan ia dipercaya menjadi host sebuah acara TV dan membuatnya bisa keliling dunia.

“Dengan dakwah akhirnya saya dipercaya salah satu station TV untuk membawakan acara sebagai host dan penceramah namanya jejak Kebesaranmu. Itu kita mengeksplor sejarah penyebaran Islam tahun pertama di jalur sutra. Saya ke Uzbek, India, dan Cina. Terus tahun berikutnya masuk ke negeri para nabi Mesir, Jordan, dan Palestine. Terus tahun berikutnya Alhamdulillah karena 4 tahun berturut-turut saya keliling Eropa dari mulai Maroko Spanyol berujung di Turki,” ujarnya.

Tags :

Ditanya Soal Pendakwah yang Terjun ke Dunia Politik, Ini Jawaban Ustaz Zacky Mirza

Ditanya Soal Pendakwah yang Terjun ke Dunia Politik, Ini Jawaban Ustaz Zacky Mirza

Ditanya Soal Pendakwah yang Terjun ke Dunia Politik, Ini Jawaban Ustaz Zacky Mirza

April 17, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Saat berbincang bersama Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza, seorang pendakwah buka suara tentang keterlibatan ulama dan tokoh agama di dunia politik. Dengan kejujuran dan kearifannya, ia mengungkapkan alasan di balik pilihannya untuk fokus pada dakwahtainment daripada terjun ke dalam dunia politik.

Diketahui Ustaz Zacky Mirza adalah seorang pendakwah yang dikenal luas dengan pendekatan dakwahnya yang menghibur. Dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky menyoroti beragam pandangan dan keputusan yang diambil oleh para ulama, kiai, dan tokoh agama dalam konteks politik.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Sebenarnya sih masing-masing ustaz, masing-masing kiai, masing-masing ulama dalam urusan politik memang masing-masing punya sikap yang berbeda. Masing-masing punya keputusan yang nggak sama. Kalau saya melihat ini sebagai wilayah pribadi masing-masing. Karena ada ustaz yang memang fokusnya di dunia digital. Ada teman-teman Ustaz yang lebih memilih untuk fokus di pesantren. Ada yang lebih memilih fokus di pemberdayaan anak-anak di TPA. Ada yang di rumah tahfidz, ada yang di entertainment, dan ada yang memang di politik,” ujarnya.

Ustaz Zacky dengan tegas, menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk fokus pada dakwahtainment daripada terjun ke dalam politik. Ia menjelaskan bahwa pilihannya ini merupakan hasil dari pertimbangan pribadi, serta pesan dari para senior dan tokoh agama terdahulu.

“Dakwahtainment adalah pendekatan yang saya pilih. Saya berusaha untuk tidak terlalu tergoda oleh dunia digital dan media sosial, karena dakwah yang terlalu terkait dengan dunia entertainment dapat membawa risiko bisnis. Saya memilih agar dakwah saya lebih fokus, dengan sekitar 70% pada dakwah, dan tidak menutup kemungkinan untuk turut hadir dalam acara infotainment atau podcast,” jelasnya.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurut Ustaz Zacky, pilihannya ini bukan berarti menutup diri terhadap perkembangan politik, tetapi lebih kepada menjaga fokus dan keaslian dakwahnya. Menurut Ustaz Zacky, dunia politik mempunyai godaan yang cukup berat.

“Jadi Zainuddin MZ pernah memberikan wejangan untuk dai-dai muda yang saat itu sedang fokus di dakwah. Beliau hanya berpesan tadi sama pesan yang beliau sampaikan ke saya juga beliau sampaikan ke almarhum Uje kalau masih bisa fokus di dakwah lebih baik di dakwah karena kalau sudah masuk ke dunia politik godaannya cukup berat,” ungkapnya.

Tags :

Anwar Abbas Berharap Pemerintah Tak ‘Tipis Kuping’ Saat Hadapi Kritik

Anwar Abbas Berharap Pemerintah Tak ‘Tipis Kuping’ Saat Hadapi Kritik

Anwar Abbas Berharap Pemerintah Tak ‘Tipis Kuping’ Saat Hadapi Kritik

April 16, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jurnalistik saat ini. Pria kelahiran 15 Februari 1955 ini menegaskan bahwa banyak dari pembicaraannya tidak dimuat oleh media.

Ia menyoroti kurangnya kebebasan pers dan pengaruh pemerintah dalam pengambilan keputusan di media. “Banyak media wartawannya bilang sama saya, ‘ini bagus nih Buya.’. Lalu saya lihat besok kok nggak ada juga. Saya tanya dia ‘kata kamu bagus tapi kok nggak ada dimuat. Ah Saya cek dulu Buya. Ternyata nggak bisa dimuat Buya. Sama pimpinan redaksi nggak boleh dimuat.’. Jadi kalau gitu Kesimpulan saya dunia jurnalistik hari ini sudah kehilangan jati dirinya,” tuturnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Abbas juga mengkritik perlakuan terhadap media yang berani menyuarakan pandangan yang berbeda dengan rezim pemerintah, menyebabkan media tersebut sulit mendapatkan iklan dan bertahan hidup secara finansial. Menurutnya, ini adalah tanda bahwa kebebasan pers di Indonesia sedang terancam.

“Ada pernyataan seorang jenderal tapi nggak usah saya sebut namanya. Jenderal ini didatangi oleh media-media, dan mereka mengeluh karena eksistensi media mereka terancam. Kenapa eksistensi media mereka terancam? Karena mereka sering menyuarakan suara-suara yang berbeda dengan suara rezim. Oleh oknum-oknum tertentu di rezim, itu orang-orang yang akan memasang iklan dilarang membuat iklan di media tersebut,” ungkapnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain itu, Abbas menyoroti pentingnya pemerintah untuk fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya melalui program-program affirmative action yang membantu lapisan masyarakat yang lebih bawah untuk naik ke tingkat ekonomi yang lebih baik. Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan pemerataan yang cukup, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalisir.

“Menurut saya yang harus dilakukan oleh pemerintah itu adalah harus ada affirmative action kepada lapis bawah supaya yang di lapis bawah ini melakukan gerakan mobilitas vertikal. Jadi dari lapis bawah, dia naik ke lapis ke tengah sehingga jumlah kelas menengah kita semakin besar. Kalau jumlah kelas menengah kita besar maka daya beli masyarakat akan meningkat. Kalau daya beli masyarakat meningkat, apa saja yang kita produksi asal itu sesuai dengan kebutuhan pasar akan dibeli,” jelasnya.

Tags :

Alasan Anwar Abbas Menentang Penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah

Alasan Anwar Abbas Menentang Penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah

Alasan Anwar Abbas Menentang Penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah

April 15, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyoroti rencana penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah. Anwar Abbas mengungkapkan keberatannya terhadap rencana tersebut, menyatakan kekhawatirannya bahwa bank tersebut akan kehilangan fokus pada tujuan awalnya sebagai lembaga yang didirikan untuk mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

“Saya keberatan, kalau dia bergabung maka dia menjadi bank milik negara,” ujar pria kelahiran 15 Februari 1955 ini.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurut Anwar Abbas, Bank Muamalat, yang didirikan oleh umat Islam, adalah hasil dari keinginan untuk membantu UMKM dan memperkecil kesenjangan sosial ekonomi yang ada di masyarakat. Dalam konteks ini, Anwar Abbas menyoroti pentingnya menjaga struktur sosial yang berkeadilan, dengan memberikan perhatian khusus kepada golongan ekonomi bawah.

“Kalau dia sudah menjadi bank milik negara, biasanya oknum-oknum pemerintah itu banyak intervensi sehingga banknya tidak berjalan dengan baik. Sementara Bank Muamalat ini adalah bank yang didirikan oleh umat Islam. Masyarakat kita ini kayak piramid, ada yang di atas tengah bawah. Lalu umat Islam ada di mana? Yang jelas umat Islam bukan berada di lapis atas tapi ada di UMKM. Oleh karena itu, kita menginginkan sebuah perbankan yang komit kepada UMKM,” jelas Anwar Abbas.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain itu, Anwar Abbas juga mengkritik kebijakan ekonomi yang cenderung memihak pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan pemerataan yang cukup. Abbas menekankan pentingnya dukungan terhadap ekonomi rakyat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Kesimpulnya berarti kalau pemerintah ini kebijakannya lebih fokus kepada pertumbuhan ekonomi. Kurang kepada pemerataan, Kalau saya lebih menekankan kepada pemberataan tapi bukan mengabaikan pertumbuhan,” ungkap Anwar Abbas.

Tags :