Kisah Unik Ustaz Zacky Mirza, Dari Layar Lebar ke Panggung Dakwah

Kisah Unik Ustaz Zacky Mirza, Dari Layar Lebar ke Panggung Dakwah

Kisah Unik Ustaz Zacky Mirza, Dari Layar Lebar ke Panggung Dakwah

April 23, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Saat mengobrol dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza mengungkap kisah menariknya saat keterlibatannya dalam sebelum film layar lebar. Terkenal lewat perannya dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Ustaz Zacky Mirza membagikan pengalamannya yang menarik tentang awal mula ia terlibat dalam film Ketika Cinta Bertasbih.

Ustaz Zacky Mirza terlibat dalam film Ketika Cinta Bertasbih karena sebuah prank. “Saya tuh korban prank itu,” ujarnya dengan nada ringan. Awalnya, dia dipercaya untuk membacakan doa dalam sebuah acara, tanpa mengetahui bahwa itu sebenarnya adalah bagian dari proses casting untuk film tersebut.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Saya telepon Uje kalau sudah ada di tempat acara. Waktu saya masuk itu ada Neno Warisman, ada almarhum Didi Petet. Asalamualaikum Waalaikumsalam udah Ustaz mulai. Saya pikir kan doa kan? ya udah saya doa kan. ‘Loh kok doa Pak Ustaz? ‘Loh kata Uje, saya suruh doa’. ‘Bukan, ini casting’. ‘Astagfirullahalazim casting apaan Bunda Neno?’ ‘Ini casting Ketika Cinta Bertasbih Ustaz, kita lagi nyari pemain film artis,” cerita Ustaz Zacky Mirza.

Meskipun demikian, pengalaman tersebut membawa berkah baginya. “Ada hikmah dibalik dijadikan korban. Jadi ya memang saya korban sebenarnya. Tapi dari dikorbanin itu ada jadi berkah,” lanjut Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain berdakwah, Ustaz Zacky Mirza juga mempunyai beberapa bisnis. Akan tetapi, ia mengaku bahwa bisnis bukanlah keahliannya. Meskipun pernah mencoba berbagai usaha, seperti bisnis parfum, namun dia lebih merasa bahwa berbisnis adalah urusan antara dia dan Allah.

“Ada sih ada. Cuman orientasinya saya rubah gitu. Contoh yang paling gampang berapa kali saya bisnis parfum. Saya tuh orangnya, ada teman nih ketemu terus udah saya bagi bagi saja. Nggak jadi jualan. Akhirnya saya ada tim harus dipisahin ini yang benar-benar buat jualan, ini buat hadiah. Tapi tetap aja banyakan hadiahnya gitu. Tapi ujung-ujungnya saya mikir berarti saya bisnisnya sama Allah aja,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Recent Posts

Pengalaman Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua, dari Kecelakaan hingga Pingsan

Pengalaman Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua, dari Kecelakaan hingga Pingsan

Pengalaman Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua, dari Kecelakaan hingga Pingsan

April 22, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Ustaz Zacky Mirza menceritakan perjalanan dakwahnya yang dipenuhi dengan tantangan, risiko, dan kegembiraan. Melalui percakapan dengan Eddy Wijaya, ia membagikan pengalamannya yang memukau, dari pingsan di Pekanbaru hingga panggung dakwah yang roboh di Pontianak.

“Saya lihat ini di sini, Ustaz pernah pingsan waktu berdakwah di tahun April 2021 di Pekanbaru Riau. Pernah juga kecelakaan di Aceh Desember 2021. Terus waktu itu pernah juga panggung dakwahnya roboh di 2023 di Pontianak. Ini gimana ceritanya kalau sampai banyak kejadian ini?” tanya Eddy Wijaya selaku host dari podcast EdShareOn.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Istri saya waktu itu ikut, tiba-tiba saat terakhir tuh saya udah sudah mencari pegangan. Tiba-tiba udah nggak sadar pingsan tapi dari situ saya belajar untuk pertempuran itu. Harusnya ngatur jadwalnya nggak boleh sampai bentrok,” jelas Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza menggambarkan dakwah sebagai sebuah perjuangan yang penuh resiko. Ia menjelaskan bahwa setiap kejadian dalam perjalanan dakwahnya merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi. Pengalaman pingsan di Pekanbaru, kecelakaan di Aceh, dan panggung dakwah yang roboh di Pontianak menjadi bagian dari perjalanan dakwahnya yang memperkuat keyakinannya. Meskipun dihadapkan pada berbagai risiko dan cobaan, namun Ustaz Zacky Mirza tidak pernah menyerah.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Dakwah tuh tempur, ada ustaz-ustaz yang lain bilangnya konsep kalau saya lebih suka bahasa tempur karena itu seperti bertempur. Berjuang gitu loh, fight-nya benar-benar fight,” ungkapnya.

Keberhasilan dalam dakwah juga disertai dengan kebahagiaan yang luar biasa. Ustaz Zacky Mirza bercerita tentang kegembiraannya saat disambut dengan antusiasme oleh masyarakat setempat, terutama oleh ibu-ibu yang penuh semangat. Baginya, dakwah adalah panggilan hati dan passionnya. “Iya happy banget. Itu happy-nya benar-benar yang happy,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Petualangan Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua

Petualangan Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua

Petualangan Dakwah Ustaz Zacky Mirza di Papua

April 18, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza mengungkapkan pengalaman uniknya saat melakukan dakwah di daerah terpencil. Ia menceritakan pengalamannya saat melakukan dakwah di berbagai daerah, termasuk ke dalam pelosok Papua yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam.

Ustaz Zacky Mirza menceritakan pengalamannya yang luar biasa, dari naik pesawat kecil hingga menjelajahi perjalanan darat berjam-jam. “Saya pernah ke Yahukimo Papua, naik pesawat kecil. Dan juga ke Sarmi, yang masih ditempuh 13 jam perjalanan dari Jayapura,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Perjalanan yang sulit dengan jalan tanah yang berdebu dan belum diaspal membuatnya harus bersabar. Namun di tengah kesulitan itu, Ustaz Zacky Mirza menemukan keajaiban, ketulusan dan kebahagiaan masyarakat setempat yang menyambutnya dengan antusias.

“Jadi betul-betul aman dan sampai di sana ya gimana ya. Mau netesin air mata juga sih karena seumur-umur mereka tinggal di Sarmi, baru ini ada Ustaz dari Jakarta,” tutur Ustaz Zacky Mirza.

Namun petualangan dakwah ini tidak semulus yang dibayangkan. Banyak yang mundur sebelum perjalanan dimulai, termasuk seorang Ustaz yang ditawarkan Ustaz Zacky Mirza untuk bergabung.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Saya pernah ngajak salah satu Ustaz juga. Ternyata dia sudah tahu duluan. Ternyata ada panitia di sana kenal sama si Ustaz ini. Dan dia baru tahu jika perjalanannya 12 jam dari Jayapura. Terus dia WhatsApp saya ‘gua mundur ya, nggak sanggup’ katanya,” cerita Ustaz Zacky Mirza.

Meskipun demikian, Ustaz Zacky Mirza tidak pernah menyerah. Baginya, dakwah adalah panggilan hati dan passionnya. “Iya happy banget. Itu happy-nya benar-benar yang happy,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Tags :

Dari Dakwah, Ustaz Zacky Mirza Hampir Keliling Dunia

Dari Dakwah, Ustaz Zacky Mirza Hampir Keliling Dunia

Dari Dakwah, Ustaz Zacky Mirza Hampir Keliling Dunia

April 18, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Ketika berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza membahas interaksi antara dakwah, politik, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia membagikan pengalamannya dalam dakwah di berbagai daerah, serta pandangannya terhadap fenomena politik yang sedang ramai belakangan ini.

Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, Ustaz Zacky Mirza mengungkapkan pandangannya yang menarik dalam podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya. Salah satu topik menarik yang dibahas adalah perbedaan antara audiens dakwah di berbagai daerah.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurut Ustaz Zacky Mirza, audiens dakwahnya cenderung didominasi oleh ibu-ibu, yang selalu antusias dalam menyambut kegiatan dakwah. Hal ini terutama terjadi di daerah-daerah seperti Papua, di mana pendatang mayoritas berasal dari suku Bugis, Makassar, dan Jawa. Meskipun demikian, ia tetap menyesuaikan konten dakwahnya sesuai dengan kebutuhan dan minat audiens, baik itu remaja SMA yang gemar dengan konten ringan seperti TikTok atau ibu-ibu yang mencari ilmu agama yang lebih mendalam.

“Ketika saya datang ini jemaahnya habis subuh. Oh berarti ini benar-benar mau ngaji. Saya betul-betul ngaji bawanya ya referensi dari Al-qur’an dan Hadis. Tapi ketika masuk ke anak-anak SMA, berarti mereka mau yang light yang tiktok dan yang lagi viral ngomongin tentang war takjil,” ungkap Ustaz Zacky Mirza.

Ia menekankan bahwa bulan suci ini berhasil menyatukan masyarakat, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam hal-hal lain seperti takjil. Ia mengamati bahwa takjil tidak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tetapi juga oleh non-Muslim, yang membuat perbedaan politik seakan-akan hilang. “Jadi menurut saya kemarin kita dibedakan dengan pilpres tapi sekarang disatukan dengan takjil,” jelasnya.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza juga membagikan pengalamannya dalam melakukan dakwah. Bahkan ia dipercaya menjadi host sebuah acara TV dan membuatnya bisa keliling dunia.

“Dengan dakwah akhirnya saya dipercaya salah satu station TV untuk membawakan acara sebagai host dan penceramah namanya jejak Kebesaranmu. Itu kita mengeksplor sejarah penyebaran Islam tahun pertama di jalur sutra. Saya ke Uzbek, India, dan Cina. Terus tahun berikutnya masuk ke negeri para nabi Mesir, Jordan, dan Palestine. Terus tahun berikutnya Alhamdulillah karena 4 tahun berturut-turut saya keliling Eropa dari mulai Maroko Spanyol berujung di Turki,” ujarnya.

Tags :

Ditanya Soal Pendakwah yang Terjun ke Dunia Politik, Ini Jawaban Ustaz Zacky Mirza

Ditanya Soal Pendakwah yang Terjun ke Dunia Politik, Ini Jawaban Ustaz Zacky Mirza

Ditanya Soal Pendakwah yang Terjun ke Dunia Politik, Ini Jawaban Ustaz Zacky Mirza

April 17, 2024
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Zacky Mirza. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Saat berbincang bersama Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky Mirza, seorang pendakwah buka suara tentang keterlibatan ulama dan tokoh agama di dunia politik. Dengan kejujuran dan kearifannya, ia mengungkapkan alasan di balik pilihannya untuk fokus pada dakwahtainment daripada terjun ke dalam dunia politik.

Diketahui Ustaz Zacky Mirza adalah seorang pendakwah yang dikenal luas dengan pendekatan dakwahnya yang menghibur. Dalam podcast EdShareOn, Ustaz Zacky menyoroti beragam pandangan dan keputusan yang diambil oleh para ulama, kiai, dan tokoh agama dalam konteks politik.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Sebenarnya sih masing-masing ustaz, masing-masing kiai, masing-masing ulama dalam urusan politik memang masing-masing punya sikap yang berbeda. Masing-masing punya keputusan yang nggak sama. Kalau saya melihat ini sebagai wilayah pribadi masing-masing. Karena ada ustaz yang memang fokusnya di dunia digital. Ada teman-teman Ustaz yang lebih memilih untuk fokus di pesantren. Ada yang lebih memilih fokus di pemberdayaan anak-anak di TPA. Ada yang di rumah tahfidz, ada yang di entertainment, dan ada yang memang di politik,” ujarnya.

Ustaz Zacky dengan tegas, menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk fokus pada dakwahtainment daripada terjun ke dalam politik. Ia menjelaskan bahwa pilihannya ini merupakan hasil dari pertimbangan pribadi, serta pesan dari para senior dan tokoh agama terdahulu.

“Dakwahtainment adalah pendekatan yang saya pilih. Saya berusaha untuk tidak terlalu tergoda oleh dunia digital dan media sosial, karena dakwah yang terlalu terkait dengan dunia entertainment dapat membawa risiko bisnis. Saya memilih agar dakwah saya lebih fokus, dengan sekitar 70% pada dakwah, dan tidak menutup kemungkinan untuk turut hadir dalam acara infotainment atau podcast,” jelasnya.

Ustaz Zacky Mirza di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurut Ustaz Zacky, pilihannya ini bukan berarti menutup diri terhadap perkembangan politik, tetapi lebih kepada menjaga fokus dan keaslian dakwahnya. Menurut Ustaz Zacky, dunia politik mempunyai godaan yang cukup berat.

“Jadi Zainuddin MZ pernah memberikan wejangan untuk dai-dai muda yang saat itu sedang fokus di dakwah. Beliau hanya berpesan tadi sama pesan yang beliau sampaikan ke saya juga beliau sampaikan ke almarhum Uje kalau masih bisa fokus di dakwah lebih baik di dakwah karena kalau sudah masuk ke dunia politik godaannya cukup berat,” ungkapnya.

Tags :

Anwar Abbas Berharap Pemerintah Tak ‘Tipis Kuping’ Saat Hadapi Kritik

Anwar Abbas Berharap Pemerintah Tak ‘Tipis Kuping’ Saat Hadapi Kritik

Anwar Abbas Berharap Pemerintah Tak ‘Tipis Kuping’ Saat Hadapi Kritik

April 16, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jurnalistik saat ini. Pria kelahiran 15 Februari 1955 ini menegaskan bahwa banyak dari pembicaraannya tidak dimuat oleh media.

Ia menyoroti kurangnya kebebasan pers dan pengaruh pemerintah dalam pengambilan keputusan di media. “Banyak media wartawannya bilang sama saya, ‘ini bagus nih Buya.’. Lalu saya lihat besok kok nggak ada juga. Saya tanya dia ‘kata kamu bagus tapi kok nggak ada dimuat. Ah Saya cek dulu Buya. Ternyata nggak bisa dimuat Buya. Sama pimpinan redaksi nggak boleh dimuat.’. Jadi kalau gitu Kesimpulan saya dunia jurnalistik hari ini sudah kehilangan jati dirinya,” tuturnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Abbas juga mengkritik perlakuan terhadap media yang berani menyuarakan pandangan yang berbeda dengan rezim pemerintah, menyebabkan media tersebut sulit mendapatkan iklan dan bertahan hidup secara finansial. Menurutnya, ini adalah tanda bahwa kebebasan pers di Indonesia sedang terancam.

“Ada pernyataan seorang jenderal tapi nggak usah saya sebut namanya. Jenderal ini didatangi oleh media-media, dan mereka mengeluh karena eksistensi media mereka terancam. Kenapa eksistensi media mereka terancam? Karena mereka sering menyuarakan suara-suara yang berbeda dengan suara rezim. Oleh oknum-oknum tertentu di rezim, itu orang-orang yang akan memasang iklan dilarang membuat iklan di media tersebut,” ungkapnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain itu, Abbas menyoroti pentingnya pemerintah untuk fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya melalui program-program affirmative action yang membantu lapisan masyarakat yang lebih bawah untuk naik ke tingkat ekonomi yang lebih baik. Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan pemerataan yang cukup, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalisir.

“Menurut saya yang harus dilakukan oleh pemerintah itu adalah harus ada affirmative action kepada lapis bawah supaya yang di lapis bawah ini melakukan gerakan mobilitas vertikal. Jadi dari lapis bawah, dia naik ke lapis ke tengah sehingga jumlah kelas menengah kita semakin besar. Kalau jumlah kelas menengah kita besar maka daya beli masyarakat akan meningkat. Kalau daya beli masyarakat meningkat, apa saja yang kita produksi asal itu sesuai dengan kebutuhan pasar akan dibeli,” jelasnya.

Tags :

Alasan Anwar Abbas Menentang Penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah

Alasan Anwar Abbas Menentang Penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah

Alasan Anwar Abbas Menentang Penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah

April 15, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam podcast EdShareOn dengan Eddy Wijaya, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyoroti rencana penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah. Anwar Abbas mengungkapkan keberatannya terhadap rencana tersebut, menyatakan kekhawatirannya bahwa bank tersebut akan kehilangan fokus pada tujuan awalnya sebagai lembaga yang didirikan untuk mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

“Saya keberatan, kalau dia bergabung maka dia menjadi bank milik negara,” ujar pria kelahiran 15 Februari 1955 ini.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Menurut Anwar Abbas, Bank Muamalat, yang didirikan oleh umat Islam, adalah hasil dari keinginan untuk membantu UMKM dan memperkecil kesenjangan sosial ekonomi yang ada di masyarakat. Dalam konteks ini, Anwar Abbas menyoroti pentingnya menjaga struktur sosial yang berkeadilan, dengan memberikan perhatian khusus kepada golongan ekonomi bawah.

“Kalau dia sudah menjadi bank milik negara, biasanya oknum-oknum pemerintah itu banyak intervensi sehingga banknya tidak berjalan dengan baik. Sementara Bank Muamalat ini adalah bank yang didirikan oleh umat Islam. Masyarakat kita ini kayak piramid, ada yang di atas tengah bawah. Lalu umat Islam ada di mana? Yang jelas umat Islam bukan berada di lapis atas tapi ada di UMKM. Oleh karena itu, kita menginginkan sebuah perbankan yang komit kepada UMKM,” jelas Anwar Abbas.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain itu, Anwar Abbas juga mengkritik kebijakan ekonomi yang cenderung memihak pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan pemerataan yang cukup. Abbas menekankan pentingnya dukungan terhadap ekonomi rakyat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Kesimpulnya berarti kalau pemerintah ini kebijakannya lebih fokus kepada pertumbuhan ekonomi. Kurang kepada pemerataan, Kalau saya lebih menekankan kepada pemberataan tapi bukan mengabaikan pertumbuhan,” ungkap Anwar Abbas.

Tags :

Anwar Abbas Ungkap Alasan MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Produk Isr4el

Anwar Abbas Ungkap Alasan MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Produk Isr4el

Anwar Abbas Ungkap Alasan MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Produk Isr4el

April 9, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah perbincangan dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2025, memberikan pandangannya tentang konflik antara Palestina dan Isr4el serta tanggapan terhadap fatwa MUI terkait produk dari Isr4el.

Dalam konteks penilaian terhadap produk dari Isr4el, Anwar Abbas menekankan bahwa pembelian produk tersebut dapat dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap tindakan zalim yang dilakukan oleh Isr4el terhadap rakyat Palestina. Ia menyoroti bahwa tindakan Isr4el yang menyebabkan penderitaan rakyat Palestina, termasuk tindakan menembaki warga sipil yang mencari bantuan adalah tindakan yang tidak manusiawi dan biadab.

“Kalau seandainya kita beli produknya, Isr4el untung padahal Isr4el berlaku zalim. Jadi berarti kalau seandainya kita beli berarti kita ikut membantu Isr4el berlaku zalim kepada rakyat Palestina. Oleh karena itu, kita harus kasih pelajaran kepada Isr4el ini gitu supaya bisa menghormati nilai prikemanusiaan dan prikeadilan.,” ungkap Anwar Abbas.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Tidak hanya itu, Abbas juga menekankan pentingnya penyelesaian damai antara Palestina dan Israel. Ia menegaskan bahwa tanah-tanah yang dirampas oleh Israel harus dikembalikan kepada rakyat Palestina agar terwujudnya kedamaian sesungguhnya.

“Dalam perspektif agama Islam, harta yang saya miliki yang saya dapat dengan cara yang halal menurut agama dan benar menurut hukum maka harta itu milik saya. Harta yang saya dapat dengan cara yang menentang ajaran agama dan bertentangan dengan hukum maka harta itu tak pernah diakui oleh negara menjadi milik saya. Tanah Palestina diambil oleh Isr4el dengan cara-cara yang tidak benar, tidak sesuai dengan ajaran agama, dan tidak sesuai dengan hukum berarti Isr4el tidak berhak atas tanah tersebut karena dia tidak berhak maka dia harus kembalikan kepada yang berhak memilikinya itu rakyat Palestina,” jelasnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Pada konteks tanggapan terhadap konflik antara Isr4el dan Hamas, Anwar Abbas menjelaskan bahwa reaksi yang dilakukan oleh Hamas adalah bentuk dari ketidakpuasan atas penjajahan dan penindasan yang dialami oleh rakyat Palestina.

“Negaranya dijajah lalu mau diam? tanah dia dirampok lalu mau diam? nggak mungkin. H4m4s itu juga bereaksi, saya ingin ngambil tanah saya. Dia lawan. Oleh karena itu bagi saya, kalau seandainya mau damai ya hiduplah masing-masing saling mengakui. Isr4el mengakui Palestina, Palestina mengakui Isr4el tapi kembalikan tanah-tanah yang dirampas itu,” ujar Anwar Abbas.

Tags :

Anwar Abbas Ungkap Peran Kritis di Balik Persepsi Oposisi

Anwar Abbas Ungkap Peran Kritis di Balik Persepsi Oposisi

Anwar Abbas Ungkap Peran Kritis di Balik Persepsi Oposisi

April 6, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Saat berbincang dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2025, membahas tentang pandangan publik terhadap dirinya yang sering dianggap sebagai golongan oposisi. Meskipun demikian, pria kelahiran 15 Februari 1955 ini mengklarifikasi bahwa ia sering memberikan masukan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika dipanggil ke istana.

“Saya kan dikategorikan oposan oleh beberapa pihak. Padahal saya kan bukan oposan. Oposan itu kan orang yang punya kepentingan bagaimana caranya menjatuhkan lawan supaya kekuasaan lawan bisa diambil. Saya kan gak ingin begitu” ungkap pria kelahiran Sumatra Barat ini.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Dalam podcast EdShareOn, Anwar Abbas menjelaskan bahwa setiap kali dia pergi ke istana, ia selalu menyampaikan kritik dan solusi. Hal ini didukung oleh pernyataan dari seorang pejabat istana yang mengonfirmasi bahwa semua yang disampaikan oleh Abbas dicatat oleh Presiden Jokowi.

“Setiap pergi ke istana, saya selalu menyampaikan kritik dan menyampaikan solusi. Pak Jokowi ini sangat mendengar kritik dan saran. Ketika saya pidato di depan beliau, bagi saya itu hal yang biasa saja gitu. Tapi bagi teman-teman beliau itu dianggap sebagai suatu yang tidak biasa,” tambah Abbas.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Salah satu momen menarik adalah saat Abbas memberikan kritik langsung kepada Jokowi di depan umum saat kongres ekonomi umat Islam MUI kedua. Meskipun demikian, Jokowi mengakui kebenaran dari kritik yang disampaikan oleh Abbas.

“Kalau bagi saya begini ya, ada seorang imam besar Namanya Imam Al-Ghazali, kata Imam Al-Ghazali itu gini suatu masyarakat akan rusak kalau pemerintahnya rusak. Suatu pemerintah akan rusak kalau ulamanya rusak. Kapan ulama itu akan rusak? Kalau dia tidak berani menyampaikan kebenaran kepada sang penguasa. Saya sudah menyampaikan tugas sebagai pimpinan di MUI. Dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, kalau baik saya dukung kalau tidak baik saya ingatkan” jelas Abbas.

Tags :

Pesan Anwar Abbas kepada Anies Baswedan Saat Jadi Menteri Pendidikan

Pesan Anwar Abbas kepada Anies Baswedan Saat Jadi Menteri Pendidikan

Pesan Anwar Abbas kepada Anies Baswedan Saat Jadi Menteri Pendidikan

April 5, 2024
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Anwar Abbas. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn, Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2025, memberikan pandangannya soal dinamika Pilpres 2024. Dalam perbincangan tersebut, ia memberikan pandangannya tentang toleransi beragama dan masalah ekonomi rakyat yang jadi sorotan dalam konteks Pilpres kali ini.

Menurut Anwar Abbas, Pilpres kali ini menarik karena adanya tiga pasangan calon yang memiliki karakteristik dan gaya kepemimpinan masing-masing. Ia menegaskan bahwa dulu kental dengan politik identitas (SARA) dan kini isu tersebut tidak sekuat seperti sebelumnya. “Nuansa seperti pemilu sebelumnya yang katanya diwarnai oleh SARA itu 5 tahun yang lalu agak kental. Tapi kalau tahun ini nggak, boleh dikatakan tidak ada,” ungkap pria kelahiran 15 Februari 1955 ini.

Tentang dukungannya terhadap pasangan calon Presiden nomor urut 1, Abbas menjelaskan bahwa nilai-nilai yang dijunjung tinggi menjadi faktor penentu. Ia membahas pentingnya persatuan antara NU dan Muhammadiyah dalam mewujudkan kekuatan umat Islam di Indonesia. “Jadi orang luar melihat jika seandainya NU dan Muhammadiyah bersatu maka umat Islam di Indonesia ini akan kuat,” tegasnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain itu, Abbas menggarisbawahi tentang masalah ekonomi rakyat. Menurutnya, ekonomi Indonesia cenderung liberalistik dan kapitalistik, menyebabkan kesenjangan sosial ekonomi semakin dalam. Ia mengusulkan perubahan kebijakan dari trickle-down effect ke bottom-up untuk mensejahterakan mereka yang berada di bawah.

“Pertanyaan saya, siapa yang perhatikan mereka? Negara semestinya. Tugas negara semestinya. Kebijakannya harus diuubah dari trickle down effect ke bottom up. Trickle down effect itu adalah biaya yang di atas maka dia akan menetes ke bawah,” katanya.

Abbas juga berbagi pengalaman terkait upayanya untuk mendorong pembentukan mental wirausaha sejak dini. “Saya ini punya sejarah dengan saudara Anies, ketika beliau menjadi menteri pendidikan, saya menyampaikan saran untuk mencetak entrepreneur itu harus perlu proses pembiasaan,” ungkapnya.

Anwar Abbas saat di Podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Abbas juga berbagi pengalaman terkait upayanya untuk mendorong pembentukan mental wirausaha sejak dini. “Saya ini punya sejarah dengan saudara Anies, ketika beliau menjadi menteri pendidikan, saya menyampaikan saran untuk mencetak entrepreneur itu harus perlu proses pembiasaan,” ungkapnya.

“Jadi anak-anak ini dibiasakan berbisnis. Saya menawarkan supaya anak-anak SD kelas 1 itu diajari berbisnis. Semisal satu kali seminggu dia berdagang di kantin atau di halaman sekolah. Jadi satu tahun, dia berarti punya pengalaman 50 hari berbisnis. Tamat SD, dia punya pengalaman 300 hari berbisnis. Tamat SMA, dia punya pengalaman 600 hari berbisnis. Tamat perguruan tinggi, dia punya pengalaman 800 hari berbisnis. Kalau ada seorang anak punya pengalaman 800 hari berbisnis saya yakin mentality-nya bukan lagi employee mentality tapi menjadi entrepreneur mentality,” tutupnya.

Tags :