Todung Mulya Lubis, Kekhawatiran atas Koalisi Gemuk dan Ketiadaan Oposisi dalam Demokrasi Indonesia
Todung Mulya Lubis. (Foto: EdShareOn.com)
JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Todung Mulya Lubis mengenai dinamika politik terkini di Indonesia. Percakapan tersebut menyentuh isu koalisi politik yang semakin gemuk dan dampaknya terhadap demokrasi Indonesia.
Todung Mulya Lubis menyoroti pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Surya Paloh dan Muhaimin Iskandar sebagai indikasi semakin menguatnya koalisi pendukung pemerintah. “Kelihatannya seperti itu, ya,” ujar Todung. “Tapi yang buat saya tidak menyenangkan adalah ketika koalisi gemuk itu terbentuk, dia akan bisa membuat apapun yang mereka kehendaki, termasuk membuat undang-undang dan kebijakan,” lanjutnya.
Kekhawatiran utama Todung adalah hilangnya check and balance dalam pemerintahan jika oposisi tidak ada. “Tanpa oposisi itu bukan demokrasi. Jadi itu pemerintahan yang tidak ada check and balance,” tegasnya. Menurutnya, demokrasi yang berkelanjutan membutuhkan oposisi yang kuat sebagai kekuatan penyeimbang. Tanpa oposisi, kekuasaan bisa berjalan tanpa kontrol yang memadai, yang berpotensi merusak sistem demokrasi itu sendiri.
Ketika ditanya apakah PDI-P cukup sebagai oposisi, Todung menjawab bahwa meskipun PDI-P adalah partai terbesar, keberadaannya saja tidak cukup untuk menjadi oposisi yang efektif. “Menurut saya sih perlu ada kekuatan oposisi yang meaningful. Kalau kekuatan oposisinya hanya sekedar oposisi tanpa didukung oleh jumlah suara yang memadai, itu tidak akan efektif,” ujarnya.
Todung juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai semua partai yang ingin bergabung dengan pemerintahan. “Kalau itu yang terjadi, kita akan menghadapi masa depan yang sulit kalau tidak ada oposisi sama sekali,” ungkap Todung Mulya Lubis.
Tags :
Recent Posts
-
Wamenkum Eddy Hiariej Bilang KUHP Baru Lebih Manusiawi, Lantas Kenapa Digugat ke MK?
-
Wamenkum Eddy Hiariej: Di KUHP Baru, Hukuman Penjara Bisa Diganti Kerja Sosial
-
Dharma Pongrekun: Pandemi Siber Bisa Terjadi, Hati-Hati Listrik dan Internet Mati Total
-
Prof. Suzie Sudarman: Penangkapan Presiden Venezuela Murni Kepentingan Bisnis
-
Gen Z Harus Ciptakan Peluang di Tengah Persaingan dengan Artificial Intelligence
-
Sempat Heboh, Angka Kemiskinan di Indonesia Meningkat Versi Bank Dunia, Fithra: Jadi Perhatian
-
Bicara Pendidikan dan Masukan untuk Program MBG, Fithra Faisal: Semua Masukan Didengarkan Prabowo
-
Syarat Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Fithra Faisal: dari Berbagai Perhitungan Bisa Terwujud