EdShareOn

Ikrar Nusa Bhakti, Dari Pendukung Setia Jokowi Hingga Berbalik Jadi Kritikus

September 30, 2024
Ikrar Nusa Bhakti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ikrar Nusa Bhakti. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam salah satu episode menarik podcast EdShareOn, Eddy Wijaya mewawancarai Prof. Ikrar Nusa Bhakti, seorang akademisi sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia. Wawancara tersebut mengangkat tema yang cukup sensitif, yaitu pandangan Prof. Ikrar terhadap Presiden Jokowi. Prof. Ikrar yang dulu merupakan pendukung setia Jokowi, kini berbalik menjadi salah satu kritikus terbesarnya. Ia bahkan mengungkapkan perasaan emosional hingga menangis ketika menulis tentang Jokowi di tahun 2023.

Prof. Ikrar memulai ceritanya dengan pengalaman kagetnya saat kembali ke Indonesia pada 2021 setelah bertugas di Tunisia. Menurutnya, teman-teman yang dulu bersama-sama mendukung Jokowi kini bersikap berbeda. Kehangatan dan semangat kebersamaan yang dulu ada, kini seolah menghilang. Rasa keterasingan ini membuat Prof. Ikrar merasa seperti ‘alien’ di antara teman-temannya sendiri.

Ikrar Nusa Bhakti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ikrar Nusa Bhakti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Salah satu tokoh yang menjadi sorotan dalam kritik Prof. Ikrar adalah Rocky Gerung. Ia menyebutkan bahwa Rocky, yang juga teman lamanya, memberikan kritik keras terhadap Jokowi. Selain itu, Prof. Ikrar juga menyebutkan Fadli Zon, tokoh politik yang selalu memberikan kritik pedas terhadap Jokowi, khususnya mengenai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.

Dalam percakapannya dengan Eddy Wijaya, Prof. Ikrar menjelaskan bahwa setelah merenung, ia mulai menyadari bahwa beberapa kritik yang dilontarkan Rocky Gerung dan Fadli Zon memang ada benarnya. Ia menyadari bahwa keberhasilan pemerintah tidak bisa hanya diukur dari jumlah jalan tol yang dibangun, terutama karena banyak di antaranya dibangun oleh swasta dan bersifat berbayar.

Ikrar Nusa Bhakti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Ikrar Nusa Bhakti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Namun, kekecewaan terbesar Prof. Ikrar muncul ketika ia melihat degradasi demokrasi di Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi. Menurutnya, Jokowi bukan hanya gagal menjaga semangat demokrasi, tetapi juga justru membangkitkan kembali nepotisme yang dulu menjadi momok di era Orde Baru. Hal ini terlihat dari bagaimana Jokowi mencoba menjadikan anak-anaknya seperti Kaesang dan Bobby Nasution untuk terjun ke panggung politik.

Dalam wawancara tersebut, Prof. Ikrar tidak bisa menyembunyikan emosinya. Ia mengakui bahwa pandangannya terhadap Jokowi telah berubah drastis. Sosok yang dulu ia dukung kini dianggapnya telah lupa akan asal-usulnya dan orang-orang yang dulu membantunya mencapai kekuasaan. Dengan kata lain, Jokowi dianggap terlalu sibuk mengejar kekuasaan hingga mengesampingkan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan.

Tags :

Recent Posts

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)