EdShareOn

Dharma Pongrekun: Pandemi Siber Bisa Terjadi, Hati-Hati Listrik dan Internet Mati Total

January 22, 2026
Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

JakartaMantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Purnawirawan Polisi Dharma Pongrekun mengingatkan masyarakat Indonesia soal kemungkinan terjadinya cyber pandemic atau pandemi siber, seperti yang pernah terjadi di Estonia pada 2007. Saat itu, negeri di pesisir timur Laut Baltik tersebut sampai mengalami kelumpuhan karena pemadaman listrik total. Kondisi yang mirip juga dialami sejumlah negara Eropa Selatan seperti Spanyol, Portugal, dan Prancis pada tahun lalu.

“Ketika terjadi pencurian data di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) (pada 2024 lalu), saya sudah pernah menyampaikan, ‘Hati-hati kalau suatu saat internet mati, di-shut down’, atau istilahnya blackout. Nah ternyata kondisi itu terjadi di negara lain seperti Estonia. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi bahaya sekali, karena kita bisa dikontrol dari jauh,” ujar Dharma saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 21 Januari 2026.

Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Sebelumnya viral dalam sebuah siniar, Dharma mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan lengkap jika menghadapi situasi darurat pemadaman listrik dan internet selama tujuh hari. Kandidat Gubernur DKI dalam pilkada 2024 itu menjelaskan, situasi darurat itu bisa menyebabkan listrik mati, ATM tidak berfungsi, tidak ada air bersih, sehingga bisa melumpuhkan aktivitas masyarakat. Penjelasan Dharma itu sempat memicu kepanikan warganet di media sosial. 

Menurut Dharma, situasi seperti blackout di berbagai belahan bumi bisa terjadi karena ada kekuatan besar yang mengontrol seluruh aspek kehidupan warga dunia. Ia mencontohkan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru, yang hilang dari radar setelah lepas landas dari bandara Kuala Lumpur pada Maret 2014. “Ini kayak main PlayStation. Pesawat Malaysia itu bisa dibikin mendarat, tidak mendarat. Sama seperti mobil listrik (yang bisa dikontrol). Makanya sekarang mobil listrik di mana-mana banyak,” katanya.

Adapun kondisi saat ini di Indonesia, disebut Dharma seperti autopilot. Karena kita selalu menelan mentah-mentah dan tidak bisa melawan skenario global. Bahkan saat negara lain seperti Belanda dan Jerman sudah memberi himbauan pada warganya untuk bisa bertahan hidup di tengah krisis lewat booklet berisi manual, masyarakat Indonesia belum mendapatkan hal serupa. 

Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Karena itu pria berdarah Toraja ini mengimbau masyarakat untuk berlatih atau mempersiapkan diri bertahan jika tiba-tiba terjadi shutdown listrik dan internet. “Kita ingat zaman masih pakai lampu petromaks, memasak dengan tungku api, menimba air di sumur dengan ember, ya bersiaplah seperti itu,” ujar Dharma. “Makanya kita harus cerdas. Saya bukannya menakut-nakuti. Justru saya memberikan early warning. Sedia payung sebelum hujan tak ada salahnya.”

Dharma menilai, manusia saat ini sudah dikondisikan untuk bergantung pada listrik dan internet, sehingga tidak bisa berkutik tanpa keduanya. “Kenyamanan dan ketergantungan itu jebakan Batman. Karena apa? Karena kendalinya ada pada mereka yang menjadi panitia dari permainan dan agenda ini,” kata dia.

Disentil Pandji, Dharma Pongrekun: Pemilih Saya Berani Beda

Komisaris Jenderal Purnawirawan Polisi Dharma Pongrekun tak ambil pusing soal sentilan Pandji Pragiwaksono terhadap dirinya dalam stand-up comedy sang komika bertajuk “Mens Rea”. Menurut mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu, wajar bila ada perbedaan pendapat dalam kehidupan berdemokrasi. “Sah-sah saja berbeda persepsi. Menjadi tidak sehat kalau kita menganggap pilihan yang berbeda sebagai sesuatu yang tidak baik atau ancaman,” ujarnya kepada Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 21 Januari 2026.

Di Mens Rea yang ditayangkan di layanan streaming Netflix, Pandji disebut mengolok-olok pemilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, dalam Pilkada 2024. Pandji membandingkan pernyataan Dharma soal konspirasi Covid-19, dengan jumlah suara di Pilkada yang mencapai 10 persen. Pandji juga melakukan aksi menjilat jari, yang merujuk pada ketidakpercayaan Dharma pada virus Corona.

Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Terkait itu, Dharma mengklaim bahwa masyarakat yang memilihnya bukannya kurang teredukasi, tapi justru berani bersikap berbeda. “Mereka itu (pemilih Dharma-Kun) tidak mau digiring opininya oleh lembaga survei, tidak mau menjual keputusannya untuk sembako dan uang, berani berpikir kritis dan mengambil langkah yang tidak umum,” kata dia.

Adapun soal somasi yang dilayangkan Juru Bicara Dharma Pongrekun, Ikhsan Tualeka, terhadap Pandji terkait Mens Rea, pria 60 tahun ini mengklaim tidak pernah merestuinya. Menurut Dharma, somasi etik terbuka itu adalah ungkapan rasa atau emosi pendukungnya yang tidak setuju dengan materi Mens Rea. Bagi Dharma, kritik dalam demokrasi wajar, asal disampaikan dengan cerdas dan tepat. 

Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Dharma Pongrekun saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Apapun yang kita sampaikan, sampaikanlah dengan cerdas. Kritik boleh, tapi santun supaya beradab. Walau adab abstrak, tapi bisa dirasakan. Yang bahaya kan ketika rakyat tidak dicerdaskan, hanya diberi tawa tanpa ada tindak lanjut atas kritik yang disampaikan,” ujarnya. “Saya sedih kalau rakyat hanya dijadikan objek.”

Siapa Eddy Wijaya Sebenarnya, Begini Profilnya

Sosok Eddy Wijaya adalah seorang podcaster kelahiran 17 Agustus 1972. Melalui akun YouTube @EdShareOn, Eddy mewawancarai banyak tokoh bangsa mulai dari pejabat negara, pakar hukum, pakar politik, politisi nasional, hingga selebritas Tanah Air. Pria dengan khas lesung pipi bagian kanan tersebut juga seorang nasionalis yang merupakan aktivis perjuangan kalangan terdiskriminasi dan pemerhati sosial dengan membantu masyarakat lewat yayasan Wijaya Peduli Bangsa. Ia juga aktif di bidang olahraga dengan menjabat Ketua Harian Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu dan juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakarta Timur. Eddy juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, masa bakti 2022-2026. Gagasan-gagasannya terbentuk karena kerja kerasnya untuk mandiri sejak usia 13 tahun hingga sukses seperti sekarang. Bagi Eddy, dunia kerja tidak semulus yang dibayangkan, kegagalan dan penolakan menjadi hal biasa. Hal itulah yang membuatnya memegang teguh tagline “Sukses itu hanya masalah waktu”.

Tags : #EdShareOn #DharmaPongrekun #siapaeddywijaya #sosokeddywijaya #profileeddywijaya

Recent Posts

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)