Membangun Hubungan Ekonomi dan Pariwisata antara Indonesia dan Portugal

Membangun Hubungan Ekonomi dan Pariwisata antara Indonesia dan Portugal

Membangun Hubungan Ekonomi dan Pariwisata antara Indonesia dan Portugal

July 18, 2024
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonso. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :

Recent Posts

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Ungkap Strategi Kolaborasi Bisnis Indonesia-Portugal

Rudy Alfonso Ungkap Strategi Kolaborasi Bisnis Indonesia-Portugal

Rudy Alfonso Ungkap Strategi Kolaborasi Bisnis Indonesia-Portugal

July 18, 2024
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonso. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonso, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, mengenai berbagai pertemuan penting dan peluang kolaborasi antara Indonesia dan Portugal. Diskusi ini mencakup berbagai topik, termasuk pembangunan infrastruktur, hubungan politik, pendidikan, dan pengembangan industri.

Rudy Alfonso mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, adalah untuk menindaklanjuti hasil World Water Forum di Bali. Portugal, yang mendukung Indonesia sebagai tuan rumah forum tersebut, berencana untuk bekerja sama dalam pengelolaan air minum melalui perusahaan Agua Portugal. “Hal ini terkait dengan public service dan tugas Menteri PUPR,” ujar Rudy.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Rudy membahas berbagai target kerja di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Portugal, menurut Rudy, telah berkomitmen untuk mendukung integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk melalui dukungan di forum internasional seperti PBB dan Uni Eropa.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonso juga mengangkat peluang ekspor wine non-alkohol dari Portugal ke Indonesia. Dengan meningkatnya permintaan wine untuk sektor pariwisata di Indonesia, Rudy melihat potensi besar dalam kerja sama ini. “Portugal memproduksi wine yang sangat bervariasi dan murah, termasuk port wine yang hanya diproduksi di Portugal,” jelasnya.

Selain itu, Rudy menyoroti kerja sama budaya yang terus berjalan antara Indonesia dan Portugal. “Kita rutin memperkenalkan budaya Indonesia di Portugal, seperti angklung, kuliner, dan seni lainnya,” tambahnya. Salah satu kolaborasi yang menarik adalah antara Borobudur dan Monastery Batalia di Portugal.

Rudy Alfonso juga membahas pentingnya kerja sama di bidang pendidikan. Universitas Hasanuddin (Unhas) telah menandatangani MOU dengan Universitas Lisboa dan Universitas Porto. Rudy menyebut Universitas Coimbra, yang didirikan pada abad ke-13, sebagai salah satu universitas tertua di Portugal yang memiliki reputasi tinggi. “Kebanyakan pemerintah atau tokoh penting di Portugal adalah lulusan dari Coimbra atau Universitas Lisboa,” ungkapnya.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Namun, kendala bahasa menjadi tantangan bagi mahasiswa Indonesia. “S1 di sana harus menggunakan bahasa Portugis, sehingga mahasiswa kita lebih memilih ke Inggris atau Belanda. Saat ini, hanya ada sekitar 27 mahasiswa Indonesia yang mengambil S2 dan S3 di Portugal,” jelas Rudy.

Pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, juga menjadi topik penting dalam diskusi. Rudy Alfonso, yang juga kolega Agus di Golkar, berdiskusi mengenai regulasi dan industri pertanian di Portugal. “Hasil pertanian di Portugal terbatas, tetapi mereka menjaga industri pertaniannya dengan baik,” kata Rudy. Ia berharap ada transfer teknologi dan investasi di sektor pengolahan hasil pertanian di Indonesia.

Tags :

Rudy Alfonso Bahas Sinergi Bisnis Indonesia-Portugal dan Tantangan Ekspor

Rudy Alfonso Bahas Sinergi Bisnis Indonesia-Portugal dan Tantangan Ekspor

Rudy Alfonso Bahas Sinergi Bisnis Indonesia-Portugal dan Tantangan Ekspor

July 17, 2024
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonso. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Pada episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonso, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang potensi kolaborasi bisnis antara kedua negara. Diskusi ini mengungkap berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengoptimalkan hubungan ekonomi Indonesia-Portugal.

Rudy Alfonso memulai dengan membahas sejarah hubungan Indonesia-Portugal yang sempat tegang karena isu Timor Leste. Namun, setelah Timor Leste merdeka pada tahun 1999, hubungan kedua negara kembali normal. “Hubungan kita menjadi normal kembali sejak tahun 2000, dimulai dari zaman Pak Habibi dan Gus Dur,” ujar Rudy.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Dalam konteks perdagangan, Rudy menyoroti bagaimana konflik Rusia-Ukraina memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengekspor produk minyak kelapa sawit (palm oil). “Minyak matahari dari Ukraina tidak bisa masuk sehingga bisa di-replace dengan palm oil dari Indonesia,” jelasnya. Namun, perang Israel-Palestina baru-baru ini mengubah jalur pelayaran dan membuat biaya logistik menjadi lebih mahal, mengakibatkan penundaan dalam kontrak perdagangan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah regulasi dalam negeri yang membatasi ekspor biodiesel. Rudy menjelaskan bahwa ada peluang besar jika investor asing dapat membangun refinery di Indonesia. “Saat ini, yang menikmati itu Singapura dan Malaysia. Mereka beli limbah dari sini, produksi di sana, lalu diekspor ke Eropa dengan harga mahal,” katanya. Rudy juga menyebutkan bahwa ia akan membahas masalah ini dengan Menteri Perdagangan untuk mencari solusi.

Rudy menekankan pentingnya biodiesel dalam konteks isu lingkungan dan penggantian bahan bakar fosil. Ia berpendapat bahwa jika regulasi ekspor biodiesel bisa dilonggarkan, bukan hanya investor asing yang tertarik, tetapi juga pengusaha lokal. “Keuntungan pasti lebih besar jika refinery dibangun di sini,” ujarnya.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Selain biodiesel, Rudy juga membahas potensi besar kopi Indonesia di pasar Portugal. “Konsumsi kopi di Portugal sangat tinggi. Importir kopi terbesar di Portugal adalah Brazil dan Indonesia,” jelasnya. Rudy menyebutkan bahwa sudah ada penandatanganan MOU senilai 40 juta USD untuk ekspor kopi Indonesia ke Portugal.

Eddy Wijaya menyinggung asal Rudy Alfonso dari Mamasa dan potensi kopi Mamasa di pasar internasional. Rudy menyambut baik ide tersebut dan sedang mengusahakan promosi kopi Mamasa. “Saya sedang berusaha menjual kopi Mamasa dan akan ada misi yang saya undang untuk ikut dalam festival kopi Indonesia di Portugal,” katanya.

Tags :