Dubes RI untuk Portugal: Portugal Siap Kirim Pelatih Sepakbola Jika Dibutuhkan

Dubes RI untuk Portugal: Portugal Siap Kirim Pelatih Sepakbola Jika Dibutuhkan

Dubes RI untuk Portugal: Portugal Siap Kirim Pelatih Sepakbola Jika Dibutuhkan

July 24, 2024
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Solmed. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :

Recent Posts

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Roy Suryo Sayangkan, Pakar IT Indonesia Tidak Dilibatkan Dalam Proyek PDN

Roy Suryo Sayangkan, Pakar IT Indonesia Tidak Dilibatkan Dalam Proyek PDN

Roy Suryo Sayangkan, Pakar IT Indonesia Tidak Dilibatkan Dalam Proyek PDN

July 24, 2024
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Solmed. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :

Roy Suryo Menduga Ada Oknum ‘Ordal’ yang Ceroboh Hingga PDNS Diretas

Roy Suryo Menduga Ada Oknum ‘Ordal’ yang Ceroboh Hingga PDNS Diretas

Roy Suryo Menduga Ada Oknum ‘Ordal’ yang Ceroboh Hingga PDNS Diretas

July 24, 2024
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Solmed. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :

Kritik Roy Suryo Terhadap PDNS dan Ancaman Keamanan Data Nasional

Kritik Roy Suryo Terhadap PDNS dan Ancaman Keamanan Data Nasional

Kritik Roy Suryo Terhadap PDNS dan Ancaman Keamanan Data Nasional

July 24, 2024
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Roy Suryo. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Roy Suryo mengenai insiden terbaru yang melibatkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, membagikan pandangannya tentang serangan siber yang menyebabkan lumpuhnya sistem imigrasi pada 20 Juni dan dampaknya terhadap keamanan data di Indonesia.

Roy Suryo menjelaskan bahwa serangan terhadap sistem imigrasi sebenarnya sudah dimulai sejak 17 Juni pukul 23.50 ketika server mengalami kerusakan akibat serangan siber. Namun, respons terhadap serangan ini dinilai lamban. “Sebodoh-bodohnya orang menggunakan komputer, kalau ada serangan atau virus masuk pasti ada pop up yang muncul. Kalau di server besar pasti ada indikatornya. Harusnya mereka langsung bereaksi,” ujarnya.

Akibat dari serangan ini, sistem imigrasi lumpuh selama tiga hari. Untungnya, imigrasi memiliki backup yang memungkinkan mereka menyewa layanan dari Amazon Web Services untuk sementara. Namun, Roy menyoroti bahwa tindakan ini bukan solusi jangka panjang dan memiliki risiko yang signifikan.

Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Roy Suryo mengkritik langkah pemerintah yang terburu-buru dalam membentuk PDNS. Menurutnya, PDNS yang disewa di Serpong dan Surabaya merupakan pemborosan dan tidak seefektif rencana awal pembangunan empat Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang, Batam, Balikpapan, dan Labuan Bajo. “Ini pemborosan kalau menurut saya, sudah ada anggaran yang dirancang bagus untuk empat tempat,” katanya.

Selain itu, Roy menyoroti masalah keamanan data di PDNS, termasuk penggunaan proteksi yang sangat sederhana. “Sistem proteksi yang digunakan sangat sederhana, bahkan password standar admin#1234 tidak diganti. Akibatnya, data mudah dibobol oleh hacker,” ungkapnya.

Roy Suryo juga membahas fenomena hacker “budiman” yang justru meminta maaf atas tindakannya dan mengembalikan kunci sistem yang telah diretas. Ia mempertanyakan keabsahan klaim bahwa sistem telah pulih, mengingat kunci baru diberikan setelah tanggal yang disebutkan oleh Menkopolhukam. “Statement dari Menkopolhukam tuh ya mungkin saja ada slip of the tongue ya. Beliau mengatakan sistem kita sudah pulih lagi mulai tanggal 1 Juli, tapi kuncinya baru dikasih tanggal 3 Juli,” tambahnya.

Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Roy menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik. “Masyarakat berhak menuntut keterbukaan informasi publik ini. Pemerintah harus menyampaikan kepada masyarakat apa yang sudah jalan dan apa yang belum. Kalau disampaikan, saya yakin anak-anak bangsa kita akan menolong,” tuturnya.

Lebih lanjut, Roy Suryo mengungkapkan potensi bahaya kebocoran data pribadi. “Data inavis yang bocor bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak untuk mendaftarkan identitas yang sangat identik dengan kita, misalnya untuk pinjaman online. Ini sangat berbahaya,” jelasnya. Ia juga mengingatkan risiko terhadap data BPJS Kesehatan dan data perbankan yang jika bocor, dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Roy Suryo menyarankan agar masyarakat memiliki backup data pribadi mereka sendiri untuk menghindari risiko kehilangan data penting. “Orang harus punya backup sendiri-sendiri, termasuk data KTP, sertifikat tanah, dan dokumen penting lainnya,” sarannya.

Tags :

Roy Suryo Ungkap Kontroversi Pusat Data Nasional

Roy Suryo Ungkap Kontroversi Pusat Data Nasional

Roy Suryo Ungkap Kontroversi Pusat Data Nasional

July 23, 2024
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Roy Suryo. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Roy Suryo mengenai kontroversi seputar Pusat Data Nasional (PDN) dan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, membagikan pandangannya tentang implementasi dan tantangan yang dihadapi oleh proyek PDN di Indonesia.

Roy Suryo menjelaskan bahwa konsep awal PDN mencakup empat lokasi yaitu Cikarang, Batam, Balikpapan, dan Labuan Bajo. Namun, ia mempertanyakan pemilihan Labuan Bajo sebagai salah satu lokasi, mengingat daerah tersebut lebih dikenal sebagai destinasi wisata daripada pusat infrastruktur teknologi. Ia menyarankan lokasi alternatif di Makassar atau Jayapura untuk lebih mendukung kawasan timur Indonesia.

Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Roy mengungkapkan bahwa PDN pertama di Cikarang mulai dibangun pada 9 November 2022 dan direncanakan selesai dalam 24 bulan, atau sekitar akhir Oktober hingga awal November 2024. Namun, ia mengkritik keputusan mendadak dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk mempercepat penyelesaian dan peresmian PDN pada 17 Agustus 2024. “Ini tidak masuk akal dan terkesan tergesa-gesa,” ujarnya.

Akibat desakan tersebut, pemerintah memutuskan untuk menyewa dua PDNS di Serpong dan Surabaya. Roy menyebut langkah ini sebagai pemborosan karena sudah ada anggaran yang dirancang untuk empat PDN yang didukung oleh berbagai negara seperti Prancis, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris. PDNS dianggap sebagai solusi sementara yang kurang efektif dan berisiko tinggi.

“Pada tahun lalu, mendadak muncul ide untuk mempercepat penyelesaian PDN. Akhirnya karena ada keinginan itu, dibuatlah PDNS. Dibuatlah di dua tempat yaitu Serpong dan Surabaya. Jadi kita sewa di Lintas Arta, kemudian satu lagi yang ada di Surabaya itu miliknya Sigma Caraka. Ini pemborosan kalau menurut saya, sudah ada anggaran yang dirancang bagus untuk empat tempat,” tutur Roy Suryo.

Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Roy Suryo saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Roy juga menyoroti masalah keamanan data yang dihadapi PDNS. Ia mengungkapkan bahwa sistem proteksi yang digunakan sangat sederhana, bahkan password standar admin#1234 tidak diganti. Akibatnya, data mudah dibobol oleh hacker, yang ironisnya malah meminta maaf atas tindakannya, bukan pihak pemerintah.

Roy Suryo menyarankan agar proyek PDN kembali dijalankan sesuai rencana awal tanpa tergesa-gesa. “Tidak masalah jika peresmian sedikit terlambat, yang penting kualitas dan keamanan data terjamin,” tutupnya.

Tags :