Kris Dayanti Siap Bernyanyi untuk Masyarakat Kota Batu

Kris Dayanti Siap Bernyanyi untuk Masyarakat Kota Batu

Kris Dayanti Siap Bernyanyi untuk Masyarakat Kota Batu

August 30, 2024
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Solmed. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :

Recent Posts

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Kris Dayanti Bicara Tentang Karier Musik dan Politik

Kris Dayanti Bicara Tentang Karier Musik dan Politik

Kris Dayanti Bicara Tentang Karier Musik dan Politik

August 29, 2024
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Kris Dayanti. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara eksklusif di EdShareOn, Kris Dayanti berbincang dengan Eddy Wijaya tentang berbagai aspek kehidupannya yang dinamis sebagai seorang penyanyi dan politisi. Dalam percakapan ini, Kris Dayanti berbagi tentang bagaimana dia mengelola waktunya antara panggung musik dan karier politik, serta rencananya jika terpilih sebagai Walikota Kota Batu.

Eddy Wijaya membuka diskusi dengan menanyakan bagaimana Kris Dayanti, yang sering tampil di berbagai konser musik, dapat mengatur waktunya terutama saat menjelang Pilkada. “Mbak Yanti kan belakangan rajin ikut konser musik nih. Terakhir ikut di Soundfest, juga nanti akan ikut di konser Gigi 30 tahun. Gimana itu pembagian waktunya?” tanya Eddy.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kris Dayanti menekankan pentingnya komitmen dan profesionalisme dalam menjalani dua peran tersebut. “Kembali satu masalah komitmen. Orang juga sudah melihat saya sebagai penyanyi dan politisi. Di PDI Perjuangan, salah satu Trisakti Bung Karno adalah berkepribadian dalam kebudayaan. Artinya, saya senang karena para senior saya selalu mengingatkan untuk tetap membangun semangat cinta tanah air lewat budaya,” ujarnya.

Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Kris Dayanti juga menjelaskan bahwa meskipun ia aktif di dunia musik, semua jadwal konser sudah diatur sebelum ia merencanakan untuk terjun ke Pilkada. “Untuk sementara, saya fokus pada konser-konser hingga 2 November. Saya juga sudah minta izin ke tiga diva dan semua pihak terkait tentang jadwal latihan dan lainnya,” jelas Kris Dayanti.

Ketika ditanya oleh Eddy Wijaya apakah ia akan terus menerima tawaran manggung jika terpilih sebagai Walikota, Kris Dayanti menegaskan bahwa dedikasinya akan sepenuhnya untuk Kota Batu. “Kayaknya enggak. Saya belum terbayang pola kerjanya juga, tapi rasanya harus dedikasi full,” jawabnya dengan tegas.

Selain berbicara tentang karier dan politik, wawancara ini juga membahas rumor yang beredar terkait perawatan kecantikan Kris Dayanti, khususnya mengenai perawatan DNA salmon dan stem cell. Eddy Wijaya menyinggung isu ini dengan mengatakan, “Ini ada yang ramai diberitakan terkait Mbak Yanti mengakui alami penuaan dan perawatan DNA salmon. Ini gimana ceritanya?”

Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Kris Dayanti dengan tenang menjelaskan bahwa berita tersebut sering kali diolah untuk menjadi lebih menarik dan kadang bisa menyesatkan. “Itu kadang-kadang berita itu kan punya click bait. Dikasih judul supaya heboh,” jelas Kris Dayanti. Ia juga menegaskan bahwa perawatan tersebut sebenarnya sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan dan biayanya tidak seperti yang diberitakan.

Di penghujung wawancara, Eddy Wijaya meminta Kris Dayanti untuk memberikan pesan kepada generasi muda sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045. Kris Dayanti berbicara tentang pentingnya memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang. “Anak-anak muda kita sekarang ini meminta diberikan tempat yang sejajar. Mereka sangat adaptif dan berpikir kritis, meski sering dianggap tidak mendengarkan kita,” ungkapnya.

Kris Dayanti juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur sebagai legasi bagi generasi mendatang. “Kita sebagai orangtua harus menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur. Saya yakin dengan ini, tidak hanya menuju Indonesia Emas, tetapi juga menjaga semangat kemerdekaan yang sebenarnya,” tutup Kris Dayanti.

Tags :

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Kris Dayanti Siap Hadapi Tantangan Kota Batu

Kris Dayanti Siap Hadapi Tantangan Kota Batu

Kris Dayanti Siap Hadapi Tantangan Kota Batu

August 29, 2024
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Kris Dayanti. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Eddy Wijaya, Kris Dayanti, yang populer dikenal sebagai KD, mengungkapkan visinya untuk Kota Batu jika terpilih menjadi Walikota. Dengan semangat dan optimisme, Kris Dayanti membahas berbagai tantangan yang dihadapi kota ini, mulai dari masalah sampah, angka kemiskinan, hingga persoalan pedagang kaki lima (PKL).

Dalam wawancara tersebut, Eddy Wijaya menanyakan pandangan Kris Dayanti mengenai tantangan utama di Kota Batu. “Saya dengar tantangan di Kota Batu ini, satu angka kemiskinan masih sangat tinggi dan juga yang kedua masalah sampah. Kira-kira Mbak KD nanti kalau terpilih jadi Walikota, apakah sudah punya ini kira-kira apa cara-cara jitu untuk mengatasi masalah tersebut?” tanya Eddy.

Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Kris Dayanti menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan peran TPA sebagai tempat pemrosesan akhir, bukan sekadar tempat pembuangan. “Menurut data statistik, 98% masyarakat Indonesia masih belum memilah sampah dengan baik,” ujarnya. Kris Dayanti juga menyebutkan bahwa undang-undang tahun 2008 sudah menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari rumah, dan berharap melalui sosialisasi dan edukasi, Kota Batu bisa mengurangi masalah sampah. Ia juga mengusulkan pembentukan bank sampah dan mengajak investor untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek pengolahan sampah menjadi biodiesel.

Mengenai angka kemiskinan, Kris Dayanti berpendapat bahwa peningkatan sektor pariwisata dapat menjadi solusi. “Wisata di Batu memiliki potensi besar, mulai dari wisata alam, budaya, hingga petualangan. Dengan mendorong pariwisata, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.

Masalah PKL di Kota Batu juga menjadi sorotan dalam wawancara ini. Kris Dayanti menekankan perlunya pendekatan yang lebih humanis dan santun dalam menertibkan PKL. Ia menyarankan untuk merelokasi para pedagang ke tempat yang lebih nyaman dan dekat dengan lokasi mereka sebelumnya. Selain itu, Kris Dayanti membahas pentingnya kedisiplinan dan pengawasan dalam program-program pemberdayaan ekonomi seperti Tenaga Kerja Mandiri yang telah dilakukannya selama lima tahun terakhir.

Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

“Masalahnya ditertibkan ini sudah, sudah mau. Mungkin harus dengan pendekatan yang santun namanya orang sudah nyaman misalkan berjualan di satu lokasi terus kita pindahkan,” ungkap Kris Dayanti, sambil menekankan pentingnya mencari solusi yang tidak hanya efektif tetapi juga empatik terhadap kebutuhan pedagang.

Di akhir wawancara, Eddy Wijaya juga menyinggung pengalaman Kris Dayanti sebagai anggota Komisi 9 DPR RI dan peran perempuan dalam kepemimpinan daerah. Kris Dayanti menyatakan bahwa ia selalu belajar dari berbagai pihak lintas fraksi dan komisi. “Kita bisa tukeran program sama, misalnya di kota Batu para petani mungkin kesulitan traktor, saya bisa tukeran program sama Pak Junimarti di komisi 4,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tentang stigma terhadap pemimpin perempuan, Kris Dayanti menekankan pentingnya menghilangkan stigma budaya patriarki dengan membuktikan kemampuan. “Budaya patriarki masih sangat ada, hanya stigma itu yang harus dikeluarkan,” tegasnya. Ia juga berbagi pandangannya tentang pentingnya kemandirian finansial bagi perempuan dan ibu rumah tangga, sembari menegaskan bahwa berbuat baik adalah kunci untuk mendapatkan kemudahan di masa depan.

Tags :

Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Sutiyoso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Soleman B. Ponto Bicara Tentang Perkembangan Intelijen Indonesia Hingga Judi Online

Soleman B. Ponto Bicara Tentang Perkembangan Intelijen Indonesia Hingga Judi Online

Soleman B. Ponto Bicara Tentang Perkembangan Intelijen Indonesia Hingga Judi Online

August 29, 2024
Soleman B. Ponto saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Solmed. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :

Tekad Kris Dayanti Selesaikan Permasalahan di Kota Batu

Tekad Kris Dayanti Selesaikan Permasalahan di Kota Batu

Tekad Kris Dayanti Selesaikan Permasalahan di Kota Batu

August 28, 2024
Kris Dayanti saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Ustaz Solmed. (Foto: EdShareOn.com)

JAKARTA – Dalam episode terbaru podcast EdShareOn, Eddy Wijaya berbincang dengan Rudy Alfonzo, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, tentang hasil forum bisnis yang digelar di KBRI Portugal dan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Pada bulan Februari lalu, KBRI Portugal menyelenggarakan forum bisnis yang dihadiri oleh delegasi dari Kadin Indonesia, termasuk Wakil Ketua Kadin, Pak Tony Wenas, yang juga Presiden Direktur Freeport. Acara ini menjadi kesempatan pertama bagi Kadin Indonesia untuk berkunjung ke Portugal. Rudy Alfonzo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan interaksi antara pengusaha Indonesia dan Portugal, dengan fokus pada potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Portugal memiliki pendapatan utama dari pariwisata, dengan 30 juta turis setiap tahun meskipun populasinya hanya 10 juta,” kata Rudy. Dia menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari Portugal dalam mengelola sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, yang saat ini baru mencapai sekitar 10 juta per tahun.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo juga membahas faktor keamanan yang membuat Portugal menjadi salah satu negara Eropa paling aman untuk wisata. “Portugal sangat aman, tidak ada kasus pemerkosaan, penganiayaan, atau perampokan. Ini membuat turis merasa nyaman dan aman,” ujarnya. Selain itu, biaya hidup di Portugal relatif murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, termasuk harga makanan pokok.

Pada 16 Mei, Rudy Alfonzo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, yang baru saja dilantik. Pertemuan ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan diskusi yang sangat terbuka dan produktif. Rudy mengungkapkan bahwa Paulo Rangel, yang berlatar belakang sebagai advokat, sangat mudah diajak berdiskusi karena memiliki gaya komunikasi yang langsung dan to the point.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, seperti kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960, Presiden SBY pada tahun 2014, dan Presiden Portugal Cavaco Silva ke Indonesia pada tahun 2012. Rudy menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Portugal dapat segera terwujud. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk prioritas internal dan anggaran pemerintah Portugal serta padatnya jadwal kunjungan Presiden Joko Widodo.

Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)
Rudy Alfonso Saat di podcast EdShareOn. (Foto: EdShareOn.com)

Rudy Alfonzo optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Portugal dapat terus berkembang melalui berbagai upaya diplomatik dan kerjasama bisnis. Dengan memanfaatkan pengalaman Portugal dalam mengelola pariwisata dan menjalin kerjasama di sektor-sektor strategis lainnya, Indonesia dapat meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

“Kita semua harus bekerja keras untuk menjaga iklim investasi yang menarik di dalam negeri,” kata Rudy. Dengan berbagai langkah konkret yang sudah dilakukan dan rencana-rencana yang akan datang, Rudy Alfonzo yakin bahwa hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Portugal akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

Tags :